Dunia balap motor MotoGP akan memasuki fase baru setelah adanya pengumuman resmi terkait pemindahan Grand Prix Australia. Mulai tahun 2027, MotoGP Australia dijadwalkan akan berlangsung di Adelaide. Keputusan ini secara otomatis menandai berakhirnya era Sirkuit Phillip Island yang telah lama menjadi tuan rumah, seperti dilansir dari Bola.
Pengumuman penting ini disampaikan pada Kamis, 19 Februari 2026, dan diperkirakan akan memengaruhi struktur kalender MotoGP di masa mendatang. Perpindahan ini bukan sekadar perubahan lokasi, melainkan sebuah momen bersejarah bagi MotoGP, karena Sirkuit Jalanan Adelaide akan menjadi sirkuit jalanan pertama yang menyelenggarakan Grand Prix MotoGP di era modern.
Sirkuit Jalanan Adelaide dipastikan akan menjadi pusat perhatian bagi para penggemar balap motor. Pada 19 Februari 2026, tata letak sirkuit ini diresmikan oleh Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, bersama Perdana Menteri Australia Selatan, Peter Malinauskas.
Sirkuit ini memiliki panjang sekitar 4,195 km dengan 18 tikungan yang berliku di tengah kota, memungkinkan pembalap mencapai kecepatan lebih dari 340 km/jam. Desain lintasannya mengacu pada cetak biru Sirkuit Jalanan Adelaide yang pernah menjadi tuan rumah Formula 1 dari 1985 hingga 1995, dengan banyak penyesuaian untuk meningkatkan keselamatan pembalap.
Terletak di bagian tenggara pusat kota dan melintasi Victoria Park, sirkuit ini menawarkan pemandangan kota yang menawan sebagai latar belakang balapan. Grand Prix Australia pertama di Adelaide direncanakan berlangsung selama tiga hari pada November 2027.
Carlos Ezpeleta mengungkapkan antusiasmenya. "Kami sangat antusias dengan peluncuran sirkuit ini dan percaya bahwa ini akan menjadi pengalaman luar biasa bagi penggemar dan pembalap," ujarnya. Kesepakatan antara MotoGP Sports Entertainment Group dan Pemerintah Australia Selatan akan berlangsung selama enam tahun, menjadikan Adelaide tuan rumah hingga tahun 2032.
Faktor Penyebab dan Kontroversi Perpindahan
Keputusan memindahkan MotoGP Australia ke Adelaide diambil setelah negosiasi antara promotor MotoGP dan Pemerintah Victoria mengenai perpanjangan kontrak di Phillip Island tidak mencapai kesepakatan. MotoGP Sports Entertainment Group berambisi meningkatkan daya tarik acara dengan memindahkan balapan ke Sirkuit Albert Park di Melbourne, yang juga menjadi tuan rumah Formula 1.
Namun, Pemerintah Victoria menolak ide tersebut dan menegaskan balapan harus tetap di Phillip Island, meskipun menawarkan dukungan finansial tambahan. "Kami tidak akan berkompromi mengenai lokasi dan ingin mempertahankan MotoGP di Phillip Island yang ikonik," kata perwakilan Pemerintah Victoria.
Di tengah situasi ini, Australia Selatan dengan cepat mengambil peluang untuk menjadi tuan rumah acara internasional. Perpindahan ini menandai akhir dari hampir tiga dekade penyelenggaraan MotoGP di Phillip Island, dengan balapan terakhir di sirkuit tersebut dijadwalkan tahun ini.
Meskipun demikian, rencana kepindahan ini juga menuai kritik. Jurnalis MotoGP, Mat Oxley, mengungkap adanya rumor bahwa rencana pembangunan sirkuit jalan raya Adelaide hanyalah "pengalihan isu" untuk memuluskan keputusan meninggalkan Phillip Island. "Ada rumor bahwa semua ini hanya pengalihan isu. Mereka butuh alasan untuk meninggalkan Phillip Island, dan pada akhirnya balapan bisa saja digelar di The Bend, yang berada di luar Adelaide," ujar Oxley.
Desainer sirkuit Formula 1 Adelaide, Bob Barnard, juga menilai Sirkuit Jalanan Adelaide tak cocok untuk MotoGP. Ia mempertanyakan kelayakan proyek tersebut dari sisi teknis, lingkungan, dan biaya. "Apakah ini ide yang bagus? Menurut saya tidak. Akan ada banyak penolakan dan biayanya sangat besar," tegas Barnard, dikutip dari Liga Olahraga.
Pengaruh Ekonomi dan Reputasi
Pindahnya MotoGP Australia ke Adelaide diharapkan memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi Australia Selatan. Perdana Menteri Peter Malinauskas menggambarkan kepindahan ini sebagai "kudeta besar" yang mencerminkan kemajuan negara bagian dalam menarik acara internasional bergengsi.
Acara ini diantisipasi akan menciptakan aktivitas ekonomi yang besar, membantu penciptaan lapangan kerja, serta menempatkan Australia Selatan di kancah internasional. Sebaliknya, kepindahan ini menjadi kerugian besar bagi Victoria, yang akan kehilangan acara yang menyumbangkan jutaan dolar bagi perekonomian lokal. Phillip Island sendiri dilaporkan menghasilkan sekitar $54,6 juta setiap tahunnya dari penyelenggaraan MotoGP.
Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, menunjukkan semangatnya terkait kepindahan ini. "Membawa MotoGP ke Adelaide menandai tonggak penting dalam evolusi kejuaraan kami," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa Adelaide dikenal sebagai kota dengan reputasi internasional dalam menggelar acara olahraga besar. Kesempatan merancang sirkuit khusus di jalanan kota ini dianggap sebagai pengalaman yang sangat istimewa dalam dunia MotoGP.
Ezpeleta juga menekankan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi fokus utama. Setiap detail Sirkuit Jalanan Adelaide telah dirancang untuk memenuhi standar tertinggi MotoGP modern, memastikan para pembalap dapat berkompetisi dengan semangat dan keyakinan penuh.
Honda Targetkan Peningkatan Jumlah Motor di MotoGP 2027
Di tengah perubahan kalender balap, pabrikan Honda juga dilaporkan menyusun strategi masif untuk merebut kembali tahta tertinggi di MotoGP. Pabrikan asal Jepang ini berencana menurunkan total enam unit motor pada musim MotoGP 2027, sebuah langkah strategis yang diprediksi akan mengacak-acak dominasi pabrikan Eropa. Saat ini, kekuatan Honda bertumpu pada duet tim pabrikan Honda HRC Castrol dan duet tim satelit LCR Honda, seperti dikutip dari Mobilinanews.
Rencana ekspansi ini bertujuan untuk membangun ekosistem riset yang lebih agresif. Honda dikabarkan gencar berburu mitra baru untuk mengisi slot tim satelit tambahan, dengan Gresini Racing, Trackhouse Racing, dan Tech 3 Racing masuk dalam radar rumor. Penambahan motor ini juga akan menjadi angin segar bagi manajemen pembalap Honda, menciptakan jenjang karier yang lebih sehat bagi talenta muda.
Momen Transisi MotoGP
Momen transisi ini terasa sangat pas mengingat MotoGP akan memasuki era baru pada 2027, dengan perubahan regulasi teknis yang drastis, termasuk penyusutan kapasitas mesin dari 1.000cc menjadi 850cc. Dengan armada yang lebih besar, Honda berharap dapat mengumpulkan data lebih cepat dan lebih akurat dibandingkan kompetitornya, sekaligus memastikan kembali dominasi di podium juara.