Penyerang Timnas Indonesia, Rafael Struick, kehilangan posisi dalam skuad asuhan John Herdman pada Mei 2026 setelah mengalami penurunan menit bermain secara drastis di level klub. Situasi ini menjadi titik balik bagi pemain berusia 23 tahun tersebut yang sebelumnya merupakan pilar utama di bawah kepemimpinan pelatih Shin Tae-yong.
Sebagaimana dilansir dari Bola, catatan penampilan Struick mulai merosot sejak kepindahannya ke klub Australia, Brisbane Roar, pada September 2024. Meski sempat mencetak gol debut melawan Sydney FC, ia gagal menjaga konsistensi dan hanya membukukan 10 pertandingan dengan total 239 menit bermain selama satu musim di Negeri Kanguru.
Upaya untuk membangkitkan karier dilakukan Struick dengan bergabung ke klub Dewa United di kompetisi domestik musim 2025/2026. Namun, persaingan ketat di lini depan membuatnya lebih sering memulai laga dari bangku cadangan dengan hanya mencatatkan lima kali status starter dari 17 penampilan.
Berdasarkan data statistik, performa Struick di level klub berbanding terbalik dengan pencapaiannya di masa lalu saat ia mengoleksi 22 penampilan untuk Timnas senior. Ia tercatat pernah menjadi andalan di Piala Asia 2023, Piala AFF 2024, hingga mencetak dua gol krusial ke gawang Korea Selatan di Piala Asia U-23 2024.
Hambatan menit bermain ini berujung pada hilangnya nama Struick dalam daftar panggil Timnas Indonesia sejak pertandingan terakhirnya melawan Australia pada Maret 2025. Ia tercatat sudah melewatkan empat laga terakhir, termasuk putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia dan FIFA Series 2026.
Posisi Struick di lini serang kini semakin terancam oleh kehadiran talenta baru yang mulai mendapatkan kepercayaan tim kepelatihan. Munculnya nama-nama seperti Ole Romeny, Miliano Jonathans, hingga Mauro Zijlstra menjadi tantangan besar bagi Struick untuk merebut kembali tempatnya di Skuad Garuda.