Timnas Brasil akan menjalani dua pertandingan uji coba internasional tanpa kehadiran bintang utama mereka, Neymar. Pelatih Carlo Ancelotti mengonfirmasi bahwa keputusan ini diambil karena kondisi fisik Neymar yang belum prima.
Neymar baru saja kembali merumput bersama Santos pada pertengahan Februari setelah lama absen akibat cedera lutut. Meski begitu, Ancelotti menilai sang pemain belum dalam kondisi terbaik untuk membela tim nasional.
Brasil dijadwalkan untuk berhadapan dengan Prancis pada 27 Maret di Boston, diikuti pertandingan melawan Kroasia empat hari kemudian di Orlando.
Ancelotti menegaskan bahwa absennya Neymar murni disebabkan oleh masalah kebugaran. Walaupun demikian, ia membuka peluang bagi Neymar untuk tampil di Piala Dunia mendatang.
"Saya tidak memanggilnya karena dia belum 100 persen," ujar Ancelotti.
"Namun untuk skuad final Piala Dunia, itu cerita lain."
Ketidakhadiran Neymar memberikan kesempatan bagi Endrick untuk kembali ke skuad Brasil. Penyerang berusia 19 tahun ini kembali dipanggil setelah menunjukkan performa mengesankan selama masa pinjamannya di Lyon dari Real Madrid.
Endrick terakhir kali bermain untuk Brasil setahun yang lalu. Kini, ia memiliki peluang untuk membuktikan dirinya sebagai bagian dari generasi baru Selecao.
Selain Endrick, Ancelotti juga memberikan kesempatan kepada dua pemain yang belum pernah mencatatkan penampilan bersama timnas, yaitu Igor Thiago dari Brentford dan Rayan yang bermain untuk Bournemouth.
Badai Cedera Hantui Brasil
Selain Neymar, beberapa pemain kunci Brasil lainnya juga harus absen karena cedera. Nama-nama seperti Rodrygo dan Bruno Guimaraes dipastikan tidak dapat bermain.
Situasi ini memaksa Ancelotti untuk melakukan perubahan dalam susunan tim, sekaligus membuka peluang bagi pemain lain untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Dua laga uji coba ini menjadi bagian penting dari persiapan Brasil menuju Piala Dunia 2026. Selecao akan memulai perjuangan di fase grup dengan menghadapi Maroko pada 13 Juni, sebelum melawan Haiti dan Skotlandia.
Brasil memiliki ambisi besar untuk meraih gelar keenam mereka, sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali juara pada 2002.
Dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman, keputusan Ancelotti untuk sementara mencoret Neymar dapat menjadi langkah strategis untuk memastikan sang bintang benar-benar siap saat dibutuhkan di turnamen nanti.