Pabrikan otomotif Nissan Motor Co., Ltd. resmi meluncurkan visi strategis jangka panjang bertajuk 'Mobility Intelligence for Everyday Life' di Yokohama, Jepang, pada Selasa (21/4/2026). Strategi ini mengintegrasikan kecerdasan buatan dan elektrifikasi untuk meningkatkan keamanan serta kenyamanan konsumen global.
Visi baru tersebut akan diimplementasikan melalui pengembangan AI-Defined Vehicles (AIDV) dan perluasan teknologi e-POWER sebagai jembatan menuju transisi kendaraan listrik penuh. Langkah ini diambil guna memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang terhadap mobilitas pintar.
Dilansir dari Medcom, Nissan berencana menyematkan teknologi AI Drive pada 90 persen lini produknya dalam jangka panjang. Sistem canggih ini menggabungkan bantuan berkendara dengan kontrol kendaraan serta protokol keselamatan yang terintegrasi secara menyeluruh.
"Dengan memajukan kecerdasan mobilitas, kami akan menghadirkan produk dan teknologi yang lebih aman, lebih intuitif, dan lebih mudah diakses dengan nilai yang unggul," kata Ivan Espinosa, Presiden dan CEO Nissan.
Realisasi awal dari teknologi tersebut dijadwalkan muncul pada model Elgrand terbaru yang akan mengudara pada musim panas 2026. Kendaraan ini bakal dilengkapi generasi terbaru ProPILOT dengan kemampuan otonom end-to-end yang ditargetkan rampung pada akhir tahun fiskal 2027.
Selain inovasi perangkat lunak, Nissan juga melakukan perampingan struktur bisnis dengan mengurangi jumlah model global dari 56 menjadi 45 unit. Pengurangan ini bertujuan untuk memangkas biaya dan mengalihkan investasi ke segmen kendaraan yang lebih kompetitif.
Program transformasi Re:Nissan yang saat ini memasuki tahun terakhir diklaim telah berhasil mengoptimalkan kapasitas produksi. Perusahaan kini fokus memperkuat model industri berbasis keluarga kendaraan demi mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah persaingan industri otomotif global.