Nobuatsu Aoki Puji Teknik Pengereman Pedro Acosta di MotoGP

Mantan pembalap MotoGP, Nobuatsu Aoki, menilai teknik pengereman Pedro Acosta terbaik di antara pembalap lain di grid MotoGP.

Pedro Acosta, pembalap KTM, terus menunjukkan performa di atas ekspektasi sejak promosi ke kelas utama MotoGP pada 2024. Nobuatsu Aoki, mantan pembalap MotoGP asal Jepang, bahkan memberikan pujian khusus pada teknik pengereman Acosta.

Aoki menilai bahwa pembalap asal Spanyol tersebut memiliki teknik pengereman terbaik dibandingkan para pesaingnya di lintasan.

Penampilan impresif Acosta sudah terlihat sejak akhir musim lalu. Ia menutup musim dengan performa yang membawanya ke posisi keempat klasemen pembalap.

Momentum positif tersebut berlanjut pada seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand. Acosta mencatatkan sejarah dengan meraih kemenangan Sprint Race perdananya di kelas premier.

Tidak hanya itu, Acosta juga tampil agresif dalam balapan utama, terus menekan Raul Fernandez hingga akhirnya finis di posisi kedua.

Hasil tersebut mengantarkan Acosta menjadi pemimpin klasemen sementara setelah akhir pekan balapan. Meskipun belum tentu mampu mempertahankan posisi itu hingga akhir musim, performanya mengindikasikan bahwa ia bisa menjadi penantang serius bagi Marc Marquez.

Dalam wawancara dengan Moto.it setelah balapan di Thailand, Aoki memberikan pandangannya tentang peta persaingan gelar musim ini.

Menurut Aoki, Marquez tetap menjadi pembalap terkuat dari segi kemampuan mengendarai motor. Namun, ia juga melihat beberapa nama lain yang berpotensi bersaing.

"Marquez adalah yang terkuat dari sisi kemampuan berkendara. Adiknya, Alex Marquez, juga masih berada dalam perebutan gelar bersama Marco Bezzecchi," ujar Aoki.

Aoki kemudian menyoroti kemampuan Acosta dalam hal pengereman. "Acosta kadang menjadi yang terbaik. Ia memiliki teknik pengereman terbaik di grid MotoGP," kata Aoki.

KTM Masih Punya PR

Akan tetapi, Aoki juga menekankan bahwa performa Acosta masih sangat bergantung pada kondisi motor KTM, terutama bagian belakang yang masih cukup sensitif.

"Sayangnya semuanya bergantung pada performa ban belakang. Motor KTM RC16 cukup sulit dikendalikan di area tersebut," jelasnya.

Para insinyur KTM di Mattighofen dikabarkan telah bekerja keras sepanjang jeda musim dingin untuk mengatasi masalah yang dikeluhkan Acosta pada musim lalu.

Dari hasil awal musim ini, KTM tampaknya mulai menemukan solusi dari kelemahan tersebut. Meski demikian, performa motor KTM masih dianggap sedikit tertinggal dibandingkan prototipe milik Ducati dan Aprilia.

Meskipun begitu, Acosta mengaku puas dengan perkembangan terbaru motornya. Ia menilai KTM berhasil mengurangi dampak degradasi ban pada versi RC16 musim 2026, yang menjadi salah satu kelemahan mereka sebelumnya.

Recommended