Timnas Indonesia meraih kemenangan telak 4-0 atas St. Kitts and Nevis dalam laga pertama FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat (27-3-2026). Penampilan apik Ole Romeny menjadi sorotan utama dalam pertandingan tersebut, tidak hanya menyumbang satu gol tetapi juga sebuah assist berkelas untuk gol pembuka yang dicetak Beckham Putra pada menit ke-15.
Pemain naturalisasi berusia 25 tahun dari Oxford United, Inggris, itu yang semula diplot sebagai striker, justru bermain lebih ke belakang dan mengambil peran sebagai playmaker. Strategi yang diterapkan oleh pelatih John Herdman ini terbukti efektif dan mematikan. Namun, muncul pertanyaan besar tentang keberlanjutan strategi ini saat Timnas Indonesia menghadapi tim kuat Bulgaria pada Senin (30-3-2026) mendatang.
Menanggapi performa Timnas Indonesia, pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, mengingatkan agar para pemain tidak terlena. Menurut Ronny, pertandingan melawan Bulgaria akan jauh lebih sulit dan menantang. Kemenangan atas St. Kitts and Nevis, seperti dilansir dari Bola, patut diapresiasi, namun Ronny menegaskan pentingnya menjaga fokus.
Ronny Pangemanan melalui kanal YouTube pribadinya, "Bung Ropan", menyatakan, "Tentunya kita apresiasi. Tapi, jangan berpuas diri. Jangan terlalu bereuforia karena St. Kitts and Nevis memang berada jauh di bawah kita. Artinya, kita jauh berada di atas." Ia menambahkan bahwa dukungan luar biasa di SUGBK dan kualitas pemain Indonesia memang di atas St. Kitts and Nevis, yang hanya mampu memberi tekanan di 15 menit awal pertandingan.
Setelah gol Beckham Putra, Timnas Indonesia mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun, Ronny mengingatkan bahwa Bulgaria akan menjadi lawan yang berbeda. "Kalau kita lihat kemarin pertandingan mereka melawan Kepulauan Solomon, mereka tampil dengan sangat baik. Saya menyaksikan selama 90 menit, tekanan mereka, pressing yang tinggi. Itu juga bisa mereka lakukan saat menghadapi Indonesia," tutur Ronny Pangemanan.
Perhatian Khusus Pelatih Bulgaria
Ronny Pangemanan juga menyoroti bahwa pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, pasti telah mengantongi beberapa pemain Indonesia yang akan mendapat perhatian lebih. Nama-nama seperti Dony Tri Pamungkas, Beckham Putra, dan Ole Romeny disebut sebagai pemain yang menonjol dalam laga sebelumnya.
"Di kiri ada Dony Tri Pamungkas, kemudian Beckham Putra membuat brace yang luar biasa, dan peran pemain yang satu ini, pasti akan dilihat. Pemain-pemain Bulgaria akan menyoroti serta mewaspadai. Siapa dia? Ole Romeny," ujar Ronny. Ia menambahkan bahwa perubahan peran Ole Romeny di lapangan bisa menjadi ancaman serius bagi tim lawan.
Ronny Pangemanan mengulas formasi yang digunakan Herdman, "Ketika John Herdman memainkan tiga bek, di tengah ada empat gelandang, kemudian kelihatan sekali dengan 3-4-3-nya. Bahkan ketika kita ditekan, kita berubah menjadi 4-4-2." Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa formasi sebenarnya adalah 3-4-2-1, dengan Ole Romeny dan Beckham Putra bermain lebih ke dalam, membiarkan Ramadhan Sananta sebagai striker tunggal di depan.
Peran Krusial Ole Romeny
Kehadiran Ole Romeny yang bermain lebih dalam dan bertindak sebagai pembagi bola telah menghidupkan lini serang Timnas Indonesia. Hal ini membantu menyiasati absennya pengatur serangan sekelas Thom Haye. "Tapi, menurut saya, begini. Formasi kemarin itu sebenarnya 3-4-2-1. Ole Romeny bermain lebih ke dalam, termasuk dengan Beckham Putra. Jadi membiarkan Ramadhan Sananta sebagai striker yang ada di depan," jelas Ronny.
Meskipun Ramadhan Sananta tidak selalu maksimal dalam memanfaatkan peluang, keberadaannya membuka ruang bagi Ole Romeny untuk berkreasi dari lini tengah. "Ketika kita punya Thom Haye yang mengatur ritme permainan di tengah, membagi bola, karena kita sebenarnya punya dua gelandang sebenarnya tipikal style mereka lebih bertahan, Jordi Amat dan Calvin Verdonk," kata Ronny Pangemanan.
Dengan peran Ole Romeny yang masuk ke dalam, ada ruang lebih bagi Kevin Diks di sisi kanan dan Dony Tri di sisi kiri untuk membantu serangan. "Ole Romeny ke dalam, jadi pembagi bola, dalam tanda kutip seperti playmaker. Itu kan jarang dimainkan oleh Ole Romeny selama ini yang kita lihat karena dia memang diplot sebagai pemain nomor 9, ada di depan," pungkas Ronny. Kini, publik menantikan apakah strategi dan posisi serupa akan kembali diterapkan John Herdman saat menghadapi Bulgaria.