Patrick Kluivert angkat bicara usai diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada Oktober 2025 oleh PSSI. Sudah lima bulan berlalu sejak momen tersebut.
Kluivert dinilai gagal membawa Garuda melaju lebih jauh di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meskipun demikian, mantan striker Barcelona tersebut menegaskan bahwa kariernya sebagai pelatih belum usai. Ia mengaku masih memiliki keinginan untuk melatih tim lain di masa depan. "Saya belum selesai melatih atau melakukan hal semacam itu. Jika ada proyek bagus yang bisa saya ikuti, kami akan melakukannya," ujar Patrick Kluivert kepada De Telegraaf.
Kluivert ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada Januari 2025. Sayangnya, hanya 10 bulan kemudian, ia harus kehilangan posisinya.
Meski singkat, Kluivert mengaku menikmati pengalamannya melatih Timnas Indonesia dan mendapatkan banyak momen tak terlupakan. "Saya tentu saja menikmati hidup saya saat ini, dan saya juga menikmati waktu saya di Indonesia. Meskipun kesibukan dan berbagai hal yang terjadi, saya merasa itu pengalaman yang fantastis. Sayangnya, semuanya tidak berjalan seperti yang kami bayangkan," jelasnya.
Kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia
Kluivert menyoroti satu momen penting dalam perjalanannya sebagai pelatih Timnas Indonesia, yaitu kegagalan di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Saat itu, Timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi dan Irak, dan menelan kekalahan di kedua laga tersebut. Hal ini sekaligus mengubur mimpi untuk tampil di Piala Dunia 2026.
"Secara realistis, itu juga sangat sulit; Anda bermain melawan Arab Saudi dan Irak. Fakta kami tampil baik adalah sesuatu yang dapat mereka jadikan modal," tegas Kluivert.