Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menegaskan kewajiban menjaga semangat nasionalisme bagi seluruh atlet esports nasional dalam menghadapi berbagai kompetisi internasional resmi pada Selasa (28/4/2026). Penegasan ini bertujuan memperkuat fondasi mental atlet dalam membela negara di ajang seperti Asian Games dan SEA Games.
Sebagai induk organisasi resmi, PB ESI mendapatkan mandat dari pemerintah untuk membina dan menyeleksi atlet profesional demi pencapaian prestasi dunia. Lembaga ini memberikan apresiasi atas pertumbuhan industri digital, namun tetap memprioritaskan kepentingan negara di atas kepentingan klub profesional.
Dilansir dari Medcom, Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia Richard Permana menjelaskan bahwa proses pemilihan pemain dilakukan melalui analisis dan evaluasi mendalam. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa talenta yang terpilih merupakan sosok terbaik yang mampu memikul tanggung jawab besar di panggung global.
Pihak federasi mengakui adanya tantangan berupa penolakan pemanggilan pemain akibat jadwal turnamen profesional yang sangat padat. Menanggapi hal tersebut, PB ESI terus melakukan pendekatan persuasif agar para atlet bersedia memprioritaskan agenda tim nasional sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa.
"Penting untuk terus memupuk dan menumbuhkan semangat nasionalisme para atlet agar memiliki kebanggaan untuk membela Indonesia di kejuaraan resmi antarnegara, membawa nama Indonesia, Merah-Putih," kata Richard Permana, Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia.
Richard menambahkan bahwa keberhasilan di puncak esports dunia akan berdampak besar bagi citra Indonesia secara luas. Pihaknya berharap kolaborasi antara pemerintah, organisasi tim, dan komunitas dapat menciptakan lingkungan yang mendorong rasa tanggung jawab kolektif bagi para pemain.
PB ESI juga menyiapkan sistem kerja sama yang berkelanjutan guna memastikan komitmen atlet tetap terjaga untuk jangka panjang. Saat ini, federasi tengah menyusun strategi penguatan ekosistem nasionalisme untuk menghadapi potensi masuknya esports ke dalam ajang Olimpiade di masa depan.