Juara dunia MotoGP dua kali, Pecco Bagnaia, mengisyaratkan bahwa keputusan terkait rencananya untuk musim 2027 telah diambil. Pengumuman resmi akan disampaikan dalam beberapa hari ke depan, di tengah spekulasi kuat mengenai kepindahannya ke tim Aprilia.
Rumor kepindahan Bagnaia semakin menguat setelah laporan menyebutkan bahwa Ducati akan memperpanjang kontrak Marc Marquez. Selain itu, pabrikan asal Italia tersebut juga dikabarkan merekrut Pedro Acosta dari KTM.
Musim lalu, Bagnaia yang meraih gelar juara dunia 2022 dan 2023 bersama Ducati, mengalami masa-masa sulit. Performa tersebut berbeda jauh dari dua musim sebelumnya.
Awalnya, pembalap asal Italia ini sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Yamaha. Hal ini karena Yamaha akan kehilangan Fabio Quartararo yang beralih ke Honda.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, muncul laporan bahwa Bagnaia telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan tim pabrikan Aprilia. Di Aprilia, ia akan menggantikan Jorge Martin yang justru disebut-sebut akan pindah ke Yamaha.
Saat ditanya mengenai rencananya untuk MotoGP 2027 dalam tes Buriram, Pecco Bagnaia memilih untuk tidak memberikan detail. Namun, ia memastikan bahwa keputusan penting sudah di tangannya.
“Saya sepenuhnya fokus pada tes dan balapan pertama. Dalam beberapa hari, semua pengumuman dari semua tim akan keluar. Jadi, tunggu pengumuman dari tim saya,” tegas Bagnaia, dilansir dari Bola.com.
Ketika kembali ditanya apakah ini berarti ia telah membuat keputusan, Bagnaia menjawab singkat. “Ya, saya baru saja memutuskan,” ujarnya.
Jika kepindahan ini benar terjadi, Bagnaia akan berduet dengan Marco Bezzecchi di Aprilia. Sebelumnya, Aprilia telah mengkonfirmasi perpanjangan kontrak Bezzecchi selama dua tahun hingga 2027.
Duet dua pembalap Italia ini akan sangat menarik, mengingat Aprilia juga merupakan pabrikan asal Italia. Baik Bagnaia maupun Bezzecchi sama-sama merupakan lulusan akademi balap VR46 milik Valentino Rossi.
Dominasi Aprilia dan Tantangan Ducati
Pembalap Aprilia, Jorge Martin, meyakini bahwa persaingan akan kembali normal saat MotoGP kembali ke Eropa untuk Grand Prix Spanyol. Ia memprediksi Ducati akan bangkit kembali di sirkuit tersebut.
Musim 2026 telah menjadi awal yang sulit bagi Ducati, yang tampaknya sedikit tertinggal dari dominasi Aprilia. Meski meraih kemenangan sprint di Brazil dan podium di dua balapan paruh jarak lainnya, Ducati baru mencatat satu podium grand prix dari tiga putaran pertama.
Podium tersebut diraih oleh Fabio Di Giannantonio dari VR46 di Brazil, sementara juara dunia bertahan Marc Marquez belum berhasil menembus tiga besar di balapan hari Minggu. Situasi ini jauh berbeda dari 12 bulan lalu, ketika Ducati tampil sangat dominan dengan menyapu bersih kemenangan di tiga sprint dan grand prix pertama.
Di sisi lain, Aprilia menunjukkan performa luar biasa di balapan hari Minggu, dengan Marco Bezzecchi mencetak hat-trick kemenangan di Thailand, Brazil, dan Amerika Serikat. Martin, juara dunia 2024, merasa Grand Prix Spanyol akan menjadi titik balik.
“Di Jerez, semuanya akan kembali normal,” kata Martin kepada DAZN, memperingatkan bahwa “Ducati akan kembali normal.” Manajer umum Ducati, Gigi Dall’Igna, bahkan menyebut Grand Prix Amerika Serikat sebagai “peringatan” bagi pabrikan Italia tersebut.
Martin sendiri dijadwalkan akan meninggalkan Aprilia pada akhir musim ini, setelah dilaporkan menandatangani kontrak dengan Yamaha menjelang dimulainya musim baru. Posisinya di Aprilia disebut-sebut akan digantikan oleh Pecco Bagnaia.