Pembalap muda KTM, Pedro Acosta, berhasil memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 setelah menunjukkan performa luar biasa pada seri pembuka di Sirkuit Buriram, Thailand, sebagaimana dilansir dari Bola. Mantan pembalap MotoGP asal Jepang, Nobuatsu Aoki, bahkan secara spesifik menyoroti dan memuji teknik pengereman Acosta sebagai yang terbaik di antara semua pembalap saat ini.
Acosta melanjutkan momentum positif dari akhir musim sebelumnya, yang membuatnya finis di posisi keempat. Pada MotoGP 2026 di Buriram, ia mencetak sejarah dengan meraih kemenangan pertamanya di ajang Sprint Race kelas premier. Tak hanya itu, ia juga tampil agresif dalam balapan utama, terus menekan Raul Fernandez sebelum akhirnya finis di posisi kedua.
Penampilan gemilang Acosta ini membawanya ke puncak klasemen sementara. Meski perjalanan musim masih panjang, performa awalnya menunjukkan bahwa pembalap Spanyol tersebut berpotensi menjadi pesaing serius bagi Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia.
Aoki, dalam wawancaranya dengan Moto.it setelah balapan Thailand, diminta untuk menganalisis persaingan gelar musim ini. Ia mengakui Marc Marquez masih menjadi pembalap terkuat dalam hal kemampuan murni mengendarai motor, namun juga menyebutkan beberapa nama lain yang tetap berada dalam persaingan ketat.
"Marquez adalah yang terkuat dari sisi kemampuan berkendara. Adiknya, Alex Marquez, juga masih berada dalam perebutan gelar bersama Marco Bezzecchi,” ujar Aoki.
Lebih lanjut, Aoki memberikan pujian khusus kepada Acosta. "Acosta kadang menjadi yang terbaik. Ia memiliki teknik pengereman terbaik di grid MotoGP,” kata Aoki, menyoroti keunggulan spesifik pembalap muda tersebut.
Meskipun performa Acosta sangat menjanjikan, Aoki juga menyoroti adanya tantangan yang masih dihadapi tim KTM. Menurutnya, kinerja Acosta masih sangat bergantung pada kondisi motor RC16, terutama bagian belakang yang dianggap cukup sensitif.
“Sayangnya semuanya bergantung pada performa ban belakang. Motor KTM RC16 cukup sulit dikendalikan di area tersebut,” jelas Aoki. Para insinyur KTM di Mattighofen sendiri telah bekerja keras selama jeda musim dingin untuk mengatasi masalah ini, yang sempat dikeluhkan Acosta pada musim lalu.
Hasil awal musim menunjukkan KTM mulai menemukan solusi untuk beberapa kelemahan tersebut. Kendati demikian, performa keseluruhan motor KTM RC16 masih dinilai sedikit tertinggal dibandingkan dengan prototipe yang dimiliki oleh Ducati dan Aprilia. Acosta sendiri mengaku puas dengan perkembangan terbaru motornya, merasa bahwa KTM berhasil mengurangi dampak degradasi ban pada versi RC16 untuk musim 2026.