International Union for the Conservation of Nature (IUCN) resmi menaikkan status konservasi penguin kaisar dan anjing laut bulu Antartika menjadi Terancam Punah (Endangered) pada Selasa (14/4/2026). Langkah ini diambil menyusul laporan mengenai penyusutan drastis populasi akibat pemanasan suhu laut dan hilangnya habitat es di kawasan kutub selatan.
Dilansir dari Detik iNET, populasi penguin kaisar diproyeksikan akan berkurang hingga setengahnya pada dekade 2080-an. Data satelit mencatat penurunan sekitar 10 persen atau setara 20.000 ekor individu dewasa dalam periode 2009 hingga 2018 akibat mencairnya lapisan es laut.
Krisis serupa dialami anjing laut bulu Antartika yang sebelumnya berada pada kategori Risiko Rendah (Least Concern). Populasinya terpantau merosot tajam lebih dari 50 persen antara tahun 1999 dan 2025, yang dipicu oleh minimnya ketersediaan kril sebagai sumber makanan utama mereka.
"Bagi penguin kaisar, es laut adalah habitat utama. Mereka berkembang biak di fast ice. Mereka melakukan pergantian bulu di fast ice atau di atas bongkahan es yang mengapung," kata Philip Trathan, anggota IUCN yang merampungkan penilaian Daftar Merah untuk penguin tersebut.
Trathan menambahkan bahwa hilangnya es laut secara masif mengganggu siklus perkembangbiakan dan mengancam kelangsungan hidup penguin dewasa dalam jangka panjang. Pemanasan global menyebabkan es laut pecah lebih awal dari siklus alaminya.
Sementara itu, kenaikan suhu air laut memaksa kril berpindah ke perairan yang lebih dalam dan jauh dari pesisir. Kondisi ini membuat predator yang berbasis di daratan, seperti anjing laut, mengalami kesulitan akses untuk menjangkau makanan mereka.
Pakar dari IUCN, Kovacs, menjelaskan bahwa penetapan status baru di Samudra Atlantik Selatan ini merupakan refleksi dari kerusakan lingkungan yang sebelumnya telah terjadi di Kutub Utara. Spesies lain seperti anjing laut harpa dan anjing laut cincin juga telah mengalami penurunan populasi serius di wilayah Arktik.