Mantan pembalap MotoGP Dani Pedrosa mengungkapkan pengalamannya menghadapi dominasi Casey Stoner yang memicu perubahan relasi kompetitifnya dengan Jorge Lorenzo pada sebuah siniar yang disiarkan Rabu (21/1/2026). Pedrosa menjelaskan bahwa kehadiran Stoner menjadi katalisator bagi dirinya dan Lorenzo untuk meningkatkan standar balap mereka.
Dilansir dari Bola, persaingan antara Pedrosa dan Lorenzo semula merupakan rivalitas yang sangat personal dan sengit sejak awal karier mereka. Namun, kemunculan Stoner sebagai kekuatan dominan di lintasan memaksa kedua pembalap asal Spanyol tersebut untuk mengesampingkan ego demi tujuan yang sama.
"Kami akhirnya punya rival yang sama, yaitu Stoner. Cara dia menekan saya dan cara saya harus bekerja keras untuk mengalahkannya, begitu juga sebaliknya, membuat kami berdua menjadi pembalap yang lebih baik," ujar Dani Pedrosa, Mantan Pembalap MotoGP.
Pedrosa menambahkan bahwa publik saat itu terbelah menjadi dua kubu pendukung, namun tekanan dari performa Stoner membuat ia dan Lorenzo harus melakukan adaptasi teknis yang sebelumnya enggan mereka lakukan. Hubungan yang rumit di antara keduanya secara perlahan berubah menjadi rasa saling menghormati di tengah ketatnya persaingan kelas utama.
Stoner memulai debutnya di kelas utama pada 2006, sementara Lorenzo menyusul pada 2008 untuk bergabung dalam kelompok pembalap papan atas yang dikenal sebagai The Aliens. Selain Stoner, Pedrosa, dan Lorenzo, kelompok ini juga diisi oleh nama besar lainnya seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Jorge Lorenzo juga memberikan pengakuan serupa mengenai kemampuan teknis para pesaingnya tersebut. Ia menyebut bahwa Pedrosa dan Stoner merupakan lawan dengan insting balap alami paling tajam yang pernah ia hadapi sepanjang sejarah karier profesionalnya di dunia balap motor internasional.
Seiring dengan pengungkapan sejarah rivalitas ini, Monster Energy Yamaha juga telah memperkenalkan motor YZR-M1 terbaru yang akan diuji coba di Sirkuit Sepang dalam waktu dekat. Fokus pengembangan mesin baru ini menjadi bagian dari upaya tim untuk mengembalikan dominasi pembalap mereka pada musim kompetisi 2026.