Pameran teknologi energi surya terbesar di ASEAN, Solartech Indonesia 2026, resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (22/4/2026). Ajang bertajuk Indonesia Smart Energy & Technology Week ini melibatkan lebih dari 800 perusahaan global guna mempercepat transisi energi nasional.
Penyelenggara acara, PT Global Expo Management (GEM) Indonesia, menargetkan kehadiran sekitar 35.000 pengunjung profesional selama tiga hari pelaksanaan hingga 24 April 2026. Skala pameran tahun ini dilaporkan meningkat signifikan dibandingkan edisi sebelumnya sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Presiden Direktur GEM Indonesia, Baki Lee, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai ekosistem bisnis yang menghubungkan kebutuhan industri dengan solusi energi terbaru. Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung target pemerintah dalam membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 GW.
"Kami berharap pameran kami hari ini dapat memberikan manfaat bagi program ini, terutama untuk energi solar, baterai, komponen elektronik, IOT, dan smart energy," kata Baki Lee, Presiden Direktur GEM Indonesia.
Wakil Ketua Umum I Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI), Beny Sulaiman, menilai pameran ini sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan potensi energi terbarukan. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinkronisasi antara industri dan kebijakan pemerintah.
Dukungan senada datang dari Ketua Umum APERLINDO, John Manoppo, yang menegaskan posisi pameran ini sebagai momen penting bagi industri kelistrikan dan bahan bangunan di level regional. Ia menyatakan acara ini membuka peluang bisnis luas bagi masyarakat dalam dan luar negeri.
Ketua Umum APTIKNAS, Soegiharto Santoso, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mencapai target Net Zero Emission pada 2060. Ia menekankan pentingnya inovasi dan sinergi di era digital bagi para pelaku usaha energi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM, Sahid Junaidi, menyatakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen kuat pada transisi energi. Pemerintah mengapresiasi pameran ini karena dinilai menyediakan sistem pengawasan dan tata kelola teknologi yang mendukung keberlanjutan.
Solartech Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Jumat mendatang dengan fokus utama pada pengembangan battery energy storage system (BESS). Seluruh rangkaian acara terbuka bagi para profesional dan pemangku kepentingan di sektor energi terbarukan.