Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, mengajukan permohonan penundaan laga playoff antarkonfederasi Piala Dunia 2026 yang rencananya akan digelar di Monterrey, Meksiko. Permintaan ini diajukan di tengah sulitnya perjalanan akibat konflik yang terjadi di negara tetangga, Iran.
Irak merasa khawatir tidak dapat mengirimkan pemain dan staf ke Meksiko untuk pertandingan melawan pemenang antara Timnas Bolivia dan Timnas Suriname, yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026, karena adanya pembatasan perjalanan di wilayah Timur Tengah.
Menurut Arnold, jika Irak hanya mengandalkan pemain yang bermain di luar negeri, peluang untuk lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1986 akan semakin kecil.
"Itu bukan tim terbaik kami, dan kami membutuhkan tim terbaik untuk pertandingan terbesar bagi negara ini dalam 40 tahun," kata pelatih asal Australia itu kepada Australian Associated Press dari rumahnya di Uni Emirat Arab, seperti dikutip Reuters, Senin (9/3/2026).
Arnold menambahkan bahwa rakyat Irak sangat mencintai sepak bola dan sangat fanatik. Salah satu alasan utama ia menerima pekerjaan ini adalah karena Irak belum lolos ke Piala Dunia selama 40 tahun.
"Namun saat ini, dengan bandara yang ditutup, kami bekerja keras mencari alternatif lain," imbuhnya.
Ruang udara Irak ditutup sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran. Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel, negara-negara Teluk, dan wilayah sekitarnya.
Bolivia dan Suriname dijadwalkan bertemu pada 26 Maret di Monterrey dalam semifinal playoff antarkonfederasi untuk menentukan lawan Irak di final lima hari kemudian.
"Menurut saya, jika FIFA menunda pertandingan ini, kami akan memiliki waktu untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik," ujar Arnold.
Ia mengusulkan agar Bolivia tetap bermain melawan Suriname bulan ini, dan sekitar seminggu sebelum Piala Dunia, Irak menghadapi pemenangnya di Amerika Serikat. Pemenang laga tersebut akan melaju, sementara yang kalah akan pulang.
Keputusan Mendesak Dibutuhkan
Arnold juga menyatakan bahwa Presiden Asosiasi Sepak Bola Irak, Adnan Dirjal, terus berupaya keras untuk mewujudkan impian rakyat Irak tampil di Piala Dunia.
"Karena itu kami membutuhkan keputusan ini secepat mungkin," kata Arnold.
Putaran final Piala Dunia akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai 11 Juni hingga 19 Juli.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan langsung dari FIFA terkait usulan Arnold.
Sementara itu, Timnas Kaledonia Baru, Jamaika, dan Republik Demokratik Kongo akan berangkat ke Guadalajara pada akhir bulan ini untuk mengikuti playoff tiga tim lainnya demi memperebutkan tiket ke putaran final Piala Dunia.