Real Madrid menghadapi periode sulit setelah menelan kekalahan beruntun dalam kompetisi domestik dan Liga Champions. Los Blancos secara mengejutkan takluk 0-1 dari Getafe pada pekan ke-26 La Liga 2025/2026 di Estadio Bernabeu pada Selasa, 3 Maret 2026 dini hari WIB, demikian dikutip dari Bola.
Hasil minor ini semakin diperparah dengan kekalahan 1-2 dari Bayern Munchen pada leg pertama babak perempat final Liga Champions 2025/2026. Rentetan hasil negatif ini menempatkan pelatih Alvaro Arbeloa dalam tekanan serius, meskipun ia tetap menunjukkan optimisme.
Gol tunggal Getafe dicetak oleh Martin Satriano melalui tendangan voli spektakuler yang tak mampu dijangkau Thibaut Courtois menjelang jeda. Kekalahan ini merupakan yang kedua secara beruntun di liga domestik bagi Real Madrid, setelah sebelumnya takluk 1-2 dari Osasuna.
Menariknya, Osasuna dan Getafe bukanlah tim papan atas La Liga musim ini, masing-masing menempati peringkat kesepuluh dan kesebelas. Kondisi ini menjadi sorotan serius bagi performa tim asuhan Arbeloa.
Kekalahan dari Getafe menjadi yang keempat bagi Alvaro Arbeloa dalam 12 pertandingan sejak ia menangani tim. Real Madrid juga menelan dua kekalahan beruntun di La Liga untuk pertama kalinya sejak Mei 2019, sebuah catatan terburuk dalam tujuh tahun terakhir.
Setelah 16 pertandingan kandang tak terkalahkan, Real Madrid akhirnya harus mengakui keunggulan Getafe yang merupakan rival sekota. Terakhir kali Getafe berhasil mengalahkan Real Madrid di Bernabeu adalah pada tahun 2011, atau 15 tahun silam.
Situasi semakin berat karena Arbeloa harus menghadapi absennya dua pemain kunci, Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, akibat cedera. Ketiadaan mereka sangat terasa di lini depan dan tengah.
Kekalahan dari Getafe membuat Real Madrid tertinggal empat poin dari Barcelona dalam perburuan gelar La Liga musim ini. Namun, Alvaro Arbeloa menolak untuk menyerah. "Apakah La Liga sudah berakhir? Tidak, tidak," ungkap Arbeloa, seperti dikutip dari Bola.com.
"Masih ada 36 poin yang harus diraih dan kami akan berjuang sampai akhir. Hanya selisih 4 poin, kami bisa mengejar ketertinggalan. Inilah Real Madrid," tambahnya.
Optimisme serupa juga disampaikan gelandang Aurelien Tchouameni terkait kekalahan dari Bayern Munchen. Ia yakin Los Blancos mampu bangkit di leg kedua yang akan digelar di Allianz Arena.
Tchouameni menegaskan, "Jika kami ingin lolos ke babak berikutnya, maka kami harus bermain dengan jauh lebih baik ketimbang hari ini. Jika kami bermain di level terbaik kami, kami bisa meraih sesuatu yang luar biasa di Munchen nanti," dilansir dari Bola.
Dalam pertandingan melawan Bayern, pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, melontarkan pujian tinggi kepada kiper veteran Manuel Neuer yang tampil luar biasa. Neuer melakukan serangkaian penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan beberapa peluang emas Mbappe, dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan, seperti diberitakan Koran-Jakarta.com.
Arbeloa juga tetap optimistis timnya bisa membalikkan keadaan di Munich. "Ini tidak akan mudah, tetapi jika ada tim yang bisa menang di Munich, itu adalah Real Madrid," ujarnya. Ia juga menyoroti peran gelandang Jude Bellingham yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua setelah pulih dari cedera hamstring.
Pelatih tersebut meyakini Bellingham akan tampil lebih menentukan pada leg kedua nanti. Menjelang leg kedua, Arbeloa lebih menekankan aspek teknis dibanding mental. Ia memastikan para pemain tetap percaya diri menghadapi laga tandang tersebut.
“Para pemain langsung mengatakan bahwa kami akan menang di sana. Mereka yakin, dan saya juga. Kami akan memberikan segalanya,” ujar Arbeloa, dikutip dari Tempo.
Real Madrid Enggan Mencari Alasan Kekalahan
Meskipun kalah dari Getafe di kandang sendiri dan tanpa sejumlah pilar penting karena cedera seperti Eduardo Camavinga, Eder Militao, Jude Bellingham, hingga Kylian Mbappe, Arbeloa menolak mencari alasan. "Ketika kalah, kita selalu mengingat pemain-pemain penting seperti yang Anda sebutkan, tetapi kami adalah Real Madrid, dan saya tidak bisa menggunakan absennya pemain seperti Bellingham atau Mbappe sebagai alasan," kata Arbeloa, dilansir dari Bola.com.