Timnas Indonesia telah mengumumkan 41 pemain yang dipanggil oleh pelatih John Herdman untuk menghadapi FIFA Series 2026, termasuk beberapa nama lama yang kembali memperkuat tim Garuda.
Elkan Baggott, misalnya, kembali dipanggil setelah absen selama dua tahun. Selain itu, ada pula Muhamad Ferarri, Ezra Walian, Victor Dethan, hingga Fajar Fathurrahman.
Sorotan tertuju pada persaingan posisi penjaga gawang. John Herdman memanggil lima kiper, yakni Maarten Paes, Emil Audero, Nadeo Argawinata, Cahya Supriadi, dan Ernando Ari. Pemanggilan ini tentu didasari oleh pertimbangan matang dari sang pelatih.
Berikut ulasan mengenai sepak terjang dan peluang kelima kiper tersebut di FIFA Series:
Maarten Paes (Ajax Amsterdam)
Maarten Paes menjadi pilihan utama di Timnas Indonesia. Ia telah mencatatkan 10 penampilan untuk Skuad Garuda dan kini bermain untuk Ajax Amsterdam.
Paes resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 30 April 2024 melalui status blijvers, karena nenek moyangnya lahir di Indonesia. Debutnya bersama Tim Garuda terjadi pada 5 September 2024 saat menahan Arab Saudi 2-2 di Jeddah.
Saat ini, Paes tengah diuji di Ajax, menjadi kiper utama menggantikan Vitezslav Jaros yang cedera. Sayangnya, ia belum meraih kemenangan bersama klub tersebut.
Emil Audero (Cremonese)
Emil Audero menjadi opsi menarik dan pesaing kuat untuk posisi kiper utama Timnas Indonesia. Ia tampil impresif bersama Cremonese di Serie A.
Meskipun Cremonese belum meraih kemenangan dalam 14 laga terakhir, Audero tetap menjadi pemain paling konsisten. Kiper berusia 28 tahun ini telah bermain 24 laga, kebobolan 33 kali, dan mencatatkan tujuh clean sheet di Serie A musim ini. Ia juga menjadi salah satu kiper dengan jumlah penyelamatan tertinggi di Serie A 2025/2026.
Audero berpeluang membayar kegagalannya membela Timnas Indonesia pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 akibat cedera. Kini, ia siap mengawal gawang Indonesia di FIFA Series.
Nadeo Argawinata (Borneo FC)
Nadeo Argawinata tetap menunjukkan performa gemilang bersama Borneo FC di BRI Super League. Kiper berusia 29 tahun ini selalu menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Tim Pesut Etam.
Nadeo dikenal cekatan dan tangkas. Musim ini, ia bermain 24 pertandingan, mencatatkan delapan kali nirbobol, dan kemasukan 24 kali, atau rata-rata satu gol per laga.
Nadeo terakhir kali bermain untuk Tim Merah-Putih pada 16 November 2023, saat Indonesia kalah 1-5 dari Irak.
Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
Cahya Supriadi, kiper PSIM Yogyakarta sekaligus Timnas Indonesia U-22, mengalami peningkatan karier bersama Laskar Mataram musim ini.
Kiper asal Karawang berusia 23 tahun ini telah memainkan 22 laga bersama PSIM di BRI Super League, hanya absen saat bertugas bersama Timnas Indonesia U-22. Dari penampilannya itu, ia mencatatkan 28 kebobolan dan 8 clean sheet.
Meskipun persaingan dengan kiper senior seperti Paes dan Audero akan sulit, FIFA Series akan menjadi bekal istimewa baginya.
Ernando Ari (Persebaya Surabaya)
Ernando Ari Sutaryadi telah lama menjadi andalan Persebaya. Musim ini, pemain berusia 24 tahun itu memainkan 23 laga, kemasukan 27 gol, dan mencatatkan tujuh clean sheet.
Ernando telah 13 kali tampil bersama Timnas Indonesia senior sejak debutnya pada 12 Desember 2021. Sebagai salah satu pahlawan Timnas Indonesia di Piala Asia U-23, ia ingin membuktikan diri dan belajar dari kiper lain di FIFA Series mendatang.