Era kepelatihan John Herdman di Timnas Indonesia membawa angin segar bagi sejumlah pemain yang sebelumnya sempat tersisih. Dengan agenda penting seperti FIFA Matchday dan ASEAN Cup di tahun 2026, Herdman memiliki kesempatan untuk bereksperimen dan memanggil kembali talenta-talenta potensial. Beberapa nama yang memiliki kualitas mumpuni dan berpeluang memperkuat skuad Garuda antara lain Ezra Walian, Marselino Ferdinan, Saddil Ramdani, dan Rafael Struick.
Ezra Walian, jebolan akademi Ajax Amsterdam, layak menjadi pertimbangan Herdman untuk memperkuat lini serang Timnas Indonesia. Ia sempat bergabung dalam FIFA Series 2026 namun belum berhasil menembus skuad inti. Penyerang sayap Persik Kediri ini, yang dinaturalisasi pada tahun 2017, terakhir membela Tim Merah-Putih pada Piala AFF 2021.
Performa Ezra bersama Persik di BRI Super League 2025/2026 cukup konsisten, dengan enam gol dan sembilan assist dari 23 penampilan, menunjukkan kontribusi signifikan. Karakteristik Ezra yang memiliki naluri mencetak gol tajam dan kompatibel dengan skema permainan Herdman yang menekankan pressing tinggi serta mobilitas tanpa bola, menjadikannya opsi menarik dibandingkan striker murni yang ada saat ini.
Marselino Ferdinan dan Peran Kreatifnya
Absensi Marselino Ferdinan sejak Oktober 2025 sangat terasa bagi Timnas Indonesia. Gelandang serang berusia 21 tahun ini dikenal sebagai motor kreativitas dan pencetak gol dari lini kedua. Marselino absen di FIFA Series 2026 karena cedera lutut, namun kondisinya dikabarkan membaik dan berpotensi kembali bermain dalam waktu dekat.
Pengalamannya bermain di kasta tertinggi Liga Slovakia bersama AS Trencin memberikan nilai tambah bagi kualitas permainan Timnas Indonesia. Kehadiran mantan pemain Persebaya Surabaya ini dapat menambah dimensi baru dalam serangan Garuda, berkat visi bermain serta kemampuan mencetak gol yang dapat diandalkan untuk membongkar pertahanan lawan.
Comeback Saddil Ramdani di Sisi Sayap
Saddil Ramdani, yang kini berusia 27 tahun, sebelumnya merupakan langganan Timnas Indonesia di era pelatih Luis Milla. Meskipun sempat dicoret dari proyeksi Piala Asia 2023 oleh Shin Tae-yong, Saddil memiliki 26 caps dan dua gol bersama Tim Merah-Putih. Setelah lebih dari dua tahun absen, namanya berpeluang kembali bersaing ketat di lini sayap.
Bersama Persib Bandung, Saddil menunjukkan performa solid di BRI Super League musim ini, mencetak tiga gol dan satu assist dari 20 laga. Gaya bermainnya yang “direct” dan eksplosif berpotensi cocok dengan pendekatan transisi cepat ala Herdman, seperti dilansir dari Bola.
Fleksibilitas Rafael Struick di Lini Depan
Meskipun Rafael Struick mengalami penurunan performa bersama Dewa United musim ini, rekam jejaknya bersama Timnas Indonesia tetap menjadi pertimbangan penting. Ia merupakan pilihan utama Shin Tae-yong di lini depan pada turnamen besar seperti Piala Asia 2023, Piala Asia U-23 2024, hingga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Sejak bergabung dengan Dewa United, Struick telah tampil dalam 11 pertandingan di BRI Super League 2025/2026 dan mencetak satu gol di AFC Challenge League. Fleksibilitasnya untuk bermain sebagai sayap kiri, sayap kanan, maupun penyerang tengah sangat berguna bagi Herdman yang membutuhkan pemain serbabisa dalam meracik strategi.
Analisis Kekuatan Pertahanan dengan Elkan Baggott
Di sisi lain, kehadiran Elkan Baggott di lini belakang Timnas Indonesia juga diperkirakan akan memperkuat pertahanan. Meskipun absen dua tahun, bek Ipswich Town berusia 23 tahun ini menunjukkan semangat dan rasa percaya diri yang tinggi. Elkan tampil dalam dua laga FIFA Series 2026, termasuk saat kekalahan 0-1 dari Bulgaria di final, dan diproyeksikan menjadi andalan Herdman di FIFA Matchday dan ASEAN Cup.
Namun, menurut Aris Indarto, mantan pemain bertahan Timnas Indonesia, trio Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner masih menjadi pilihan utama. Indarto menilai Elkan beberapa kali mudah dilewati dan sedikit lambat, seperti dikutip dari Bola. Ia juga berpendapat bahwa Elkan dan Jay Idzes memiliki tipe permainan yang sama-sama “stylish” sehingga tidak ideal jika dipasangkan bersama. Indarto menekankan pentingnya kehadiran bek bertipe “destroyer” seperti Justin Hubner, meskipun Hubner perlu mengontrol emosinya.
Kelebihan John Herdman Sebagai Pelatih
Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, menyoroti keunggulan signifikan John Herdman dalam memimpin Timnas Indonesia. Menurut Kesit, Herdman memiliki pendekatan personal dan komunikasi yang lebih cair dibandingkan pendahulunya, Patrick Kluivert. Debut Herdman di FIFA Series 2026 juga terbilang positif, dengan satu kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dan kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria, menjadikan Garuda sebagai runner-up.
Kesit menilai bahwa komunikasi yang baik antara pelatih dan pemain sangat krusial, dan Herdman telah berhasil mengambil hati para pemainnya. “Saya melihat lebih kepada pendekatan yang dilakukan oleh John Herdman kepada para pemain yang menurut saya ternyata begitu cair. Public speakingnya juga bagus, dia bisa mengambil hati para pemainnya,” ungkap Kesit kepada iNews Media Group, seperti diberitakan oleh Megapolis.id. Hal ini menghasilkan permainan Timnas Indonesia yang lebih cair. Agenda terdekat Herdman bersama Timnas Indonesia adalah FIFA Matchday pada Juni, diikuti Piala AFF 2026 pada 24 Juli hingga 26 Agustus.