Pembalap MotoGP dari tim Honda HRC Castrol, Joan Mir dan Luca Marini, memanfaatkan waktu pasca-balap di Thailand dengan mengunjungi Bali. Mereka tidak hanya berlibur, tetapi juga mempelajari budaya Indonesia, salah satunya adalah Tari Kecak.
Kunjungan yang berlangsung pada 2-3 Maret 2026 ini semakin meriah dengan kehadiran pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT). Mereka menemani Joan dan Luca dalam berbagai kegiatan yang mendekatkan mereka dengan masyarakat dan budaya Bali.
Kedua pembalap, Joan Mir dan Luca Marini, berinteraksi langsung dengan komunitas sepeda motor Honda dan masyarakat setempat. Mereka mempelajari seni budaya Bali, khususnya Tari Kecak.
Pada hari pertama di Bali, kedua pembalap ini terlibat dalam kegiatan yang memperkenalkan mereka pada budaya dan kesenian tari khas Bali, yaitu Tari Kecak. Mereka berinteraksi dengan 30 penari kecak, menikmati momen interaktif dengan meneriakkan kata ‘Cak’ yang diiringi gamelan khas Bali. Momen ini menciptakan kedekatan antara pembalap Honda HRC Castrol dan masyarakat seni Bali.
Joan Mir, peraih juara dunia GP 2020, mengungkapkan antusiasmenya dalam mempelajari tarian kolosal khas Bali ini. Ia terlihat menikmati kegiatan tersebut meskipun sempat mengalami kebingungan saat diajak menari kecak bersama para penari.
Marketing Direktur PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Dwi, menyatakan bahwa kehadiran pembalap Honda HRC Castrol di Bali sejalan dengan semangat kebersamaan. Semangat ini hadir dalam menjaga keberlangsungan budaya dan mempererat persaudaraan sesama bikers Honda, baik di lintasan balap maupun di jalan raya.
“Kehadiran pembalap Honda HRC Castrol yang berinteraksi langsung dengan bikers Honda seperti halnya harmoni, kekompakan, dan kebersamaan dalam seni Tari Kecak. Kami harap hal ini menjadi koneksi yang kuat dalam mendukung persaudaraan dan setiap upaya perwujudan mimpi, baik di level Internasional, Nasional, juga di setiap wilayah di Indonesia,” ujar Octa.