Pendanaan Piala Dunia 2026 Terancam Akibat Krisis Anggaran AS

Keamanan Piala Dunia 2026 di AS terancam akibat pembekuan dana untuk kota tuan rumah. Hampir 900 juta dolar AS belum dicairkan.

Kekhawatiran mengenai pengamanan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat meningkat setelah alokasi dana untuk kota-kota penyelenggara dibekukan akibat penutupan sebagian pemerintahan federal.

Para pejabat pemerintah AS memperingatkan potensi konsekuensi keamanan yang serius jika 11 kota tuan rumah tidak segera menerima dana yang dijanjikan.

Dana sebesar hampir 900 juta dolar AS yang dialokasikan untuk kota-kota tuan rumah di AS belum dicairkan hingga saat ini.

Dalam sidang Komite Keamanan Dalam Negeri DPR AS, sejumlah pejabat mengungkapkan bahwa pembekuan dana dan kurangnya koordinasi antara otoritas lokal dan pemerintah federal menjadi penyebab utama keterlambatan persiapan pengamanan.

Ray Martinez, chief operating officer Komite Tuan Rumah Miami, menyatakan pihaknya mungkin terpaksa membatalkan beberapa agenda jika dana sebesar 70 juta dolar AS tidak diterima sebelum akhir Maret.

"Kami harus mulai membuat keputusan yang sangat sulit dan itu dimulai dari festival penggemar kami," ujarnya.

Martinez menambahkan, tanpa dana ini, dampak yang terjadi bisa menjadi katastrofik bagi perencanaan dan koordinasi pengamanan.

"Pertandingan di stadion tetap akan berlangsung, tetapi persiapan untuk berbagai acara spontan dan nonton bareng yang kami perkirakan akan terjadi bisa terancam," ucap Martinez.

Program Hibah Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026, yang diselenggarakan bersama Kanada dan Meksiko, dijadwalkan mulai pada 11 Juni. Pertandingan antara Amerika Serikat dan Paraguay di Los Angeles pada 13 Juni akan menjadi laga pertama turnamen di wilayah AS.

Sebanyak 11 kota di Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah, yaitu Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Los Angeles, Kansas City, Miami, New York/New Jersey, Philadelphia, San Francisco, dan Seattle.

Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA), di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), meluncurkan program hibah Piala Dunia pada November lalu. Program ini dirancang untuk menyalurkan 625 juta dolar AS kepada kota tuan rumah untuk melaksanakan kegiatan pengamanan ekstensif.

Tujuannya, menurut FEMA, adalah untuk melindungi pemain, staf, penonton, lokasi pertandingan, dan infrastruktur penting, serta memperkuatnya terhadap potensi serangan teroris. Pada Desember, jumlah itu ditambah 250 juta dolar AS untuk memperkuat kemampuan mendeteksi, mengidentifikasi, melacak, atau mengurangi ancaman drone.

Kemungkinan Penarikan Diri

Wakil Kepala Kepolisian Kansas City, Joseph Mabin, mengungkapkan bahwa departemennya tidak memiliki personel yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keamanan kota sejak dana tersebut dibekukan.

Stadion Gillette di Foxborough, wilayah Boston, dijadwalkan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan. Namun, pejabat setempat dilaporkan menyatakan kemungkinan menarik diri dari penyelenggaraan jika pendanaan tidak kunjung diterima.

Sejumlah pertandingan timnas juga telah dijadwalkan berlangsung di berbagai kota tersebut. Inggris akan menghadapi Kroasia di Dallas pada 17 Juni, Ghana di Boston pada 23 Juni, dan Panama di New York pada 27 Juni. Skotlandia dijadwalkan melawan Haiti dan Maroko di Boston pada 14 dan 19 Juni sebelum menghadapi Brasil di Miami pada 24 Juni.

Recommended