Pep Guardiola Abaikan Penghormatan Permanen di Stadion Etihad

Manajer Manchester City Pep Guardiola tidak mengharapkan penghormatan permanen berupa penamaan tribune pada laga terakhirnya melawan Aston Villa.

Manajer Manchester City Pep Guardiola mengisyaratkan tidak mengharapkan penghormatan permanen pada pertandingan terakhirnya di Etihad Stadium melawan Aston Villa pada Minggu (24/5/2026). Dilansir dari Bola, pelatih asal Spanyol tersebut lebih memilih untuk menyimpan memori personal dari perjalanan kariernya.

Kabar mengenai rencana kepergian Guardiola pada akhir musim ini telah meluas di media Inggris, meskipun masa baktinya bersama Manchester City secara kontrak baru selesai pada musim panas 2027. Manajemen klub sendiri berencana membuka tribune North Stand yang diperluas saat menghadapi Aston Villa, yang memicu harapan suporter agar tribune itu dinamai Guardiola.

Sebelum melakoni pekan pamungkas, Manchester City dituntut meraih kemenangan atas Bournemouth demi terus menekan Arsenal dalam perburuan gelar juara. Terkait wacana penghormatan dari pihak klub, Guardiola menegaskan bahwa kenangan masa tua jauh lebih berharga daripada simbol fisik di stadion.

"Ketika Anda sudah tua, Anda bisa melihat kembali kenangan itu," ujar Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Pelatih yang mengoleksi 20 trofi resmi bersama The Sky Blues ini juga menyatakan pihak manajemen tidak perlu membuat apresiasi khusus untuk dirinya.

"Klub tidak perlu melakukan apa pun, sungguh," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Guardiola menambahkan bahwa kebahagiaan sejati saat masa tua adalah ketika seseorang mampu tersenyum mengingat masa lalu yang indah, hal yang juga dirasakan oleh para pemainnya seperti Bernardo Silva dan John Stones.

"Hal terpenting dalam hidup adalah ketika Anda melihat ke belakang, Anda bisa tersenyum lebar dan berkata, ‘itu luar biasa.’ Bernardo Silva dan John Stones bisa merasakan itu. Kami membicarakannya dalam beberapa hari terakhir. Ketika Anda sudah tua, menjadi seorang kakek, Anda bisa melihat kembali kenangan-kenangan itu. Itulah hal paling penting dalam hidup," imbuh Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Spekulasi mengenai masa depannya dan rumor penunjukan Enzo Maresca sebagai pengganti membuat Guardiola mulai jenuh dengan pertanyaan media. Melalui nada sarkastik, ia merefleksikan kembali momen perpanjangan kontraknya terdahulu sebagai bagian dari perjalanan yang indah.

"Apa pun yang terjadi di akhir musim nanti, dan ketika dulu saya memperpanjang kontrak tiga tahun lagi, saya bisa melihat kembali dan berkata, ‘betapa indahnya semua ini?" ujar Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Ia menekankan bahwa ikatan emosional selama menukangi klub jauh melampaui hal-hal lainnya.

"Itu jauh lebih penting daripada hal lainnya. Kebanyakan orang yang menjalani masa ini bersama di sini bisa merasakannya," tutur Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Fokus terdekat Guardiola kini beralih pada laga melawan Bournemouth yang dilatih Andoni Iraola. Ia memprediksi laga tandang tersebut akan berjalan sangat menyulitkan bagi anak asuhnya akibat agresivitas tim lawan.

"Mereka tidak memberi Anda ruang untuk bernapas," tambah Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Mengingat masa persiapan tim lawan yang cukup panjang, Guardiola menginstruksikan para pemain Manchester City untuk tampil cerdas dan memanfaatkan sisa energi yang ada di sisa kompetisi.

"Dengan 10 hari persiapan untuk pertandingan ini, saya memperkirakan tim yang lebih intens, agresif, dan menuntut. Dan kemudian Anda harus cerdas membaca apa yang harus dilakukan." kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Pertandingan krusial ini dianggap sebagai laga final demi menjaga peluang juara liga, meskipun nasib Manchester City masih bergantung pada hasil pertandingan yang dilakoni Arsenal.

"Ini adalah final. Kami memang lelah, ya. Tetapi manusia memiliki kemampuan luar biasa ketika Anda benar-benar, benar-benar kehabisan tenaga, jika pikiran Anda berada di tempat yang tepat, Anda masih bisa melakukan satu sprint tambahan, satu fokus tambahan. Saya sangat yakin dalam due pertandingan terakhir ini para pemain akan memberikan segalanya." ucap Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Recommended