Jelang laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Manchester City dan Real Madrid di Stadion Etihad, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB, bek Real Madrid, Antonio Rüdiger, melontarkan tantangan kepada Erling Haaland.
Rüdiger mengaku menikmati duel dengan Haaland dan merasa percaya diri setelah berhasil meredam striker tersebut pada leg pertama di Santiago Bernabéu.
Pada laga tersebut, Haaland hanya mencatatkan 10 sentuhan tanpa satu pun tembakan, sebelum ditarik keluar pada menit ke-82. City pun kalah telak 0-3, dengan Federico Valverde mencetak hattrick.
Meski Haaland beberapa kali kesulitan menghadapi Madrid, ia sempat mencetak dua gol saat City kalah 2-3 dari Madrid pada Februari 2025, serta membukukan gol penalti saat City menang 2-1 di fase liga musim ini.
"Saya tidak terlalu memikirkan statistik seperti itu," ujar Rüdiger dalam konferensi pers di Manchester, seperti dikutip dari ESPN, Selasa (17/3/2026).
"Di laga fase grup, Haaland sempat mengalahkan saya. Tapi menghadapi pemain seperti dia adalah sebuah kesenangan. Saya suka duel fisik."
"Saya sudah sering melawannya, dan dia pemain top. Saya menyukai duel seperti ini. Sangat menyenangkan bisa bermain melawannya. Dan dia juga tampak seperti orang yang baik," imbuh dia.
Pendekatan fisik Rüdiger sempat menuai kritik di Spanyol. Tekelnya terhadap pemain Getafe, Diego Rico, awal bulan ini membuat lututnya mengenai wajah lawan.
“Kalau dilihat dalam tayangan lambat, tentu terlihat buruk,” aku Rudiger.
“Tapi dia bilang saya hampir membunuhnya. Itu tidak perlu dilebih-lebihkan. Jika saya memang ingin menyakitinya, dia tidak akan bisa bangkit. Tidak pernah ada niat saya untuk mencederai siapa pun."
“Saya memang suka bermain keras di lapangan, tapi ada batasnya. Saya rasa dia sedikit melebih-lebihkan," imbuh Rudiger.
Cinta Rüdiger untuk Real Madrid
Sempat diganggu cedera di awal musim, Rüdiger baru tampil 11 kali di La Liga dan empat kali di Liga Champions. Namun, kini ia kembali bermain reguler, di tengah kontraknya yang akan habis musim panas ini.
“Bagi saya yang paling penting adalah kondisi fisik saya sehat. Sekarang saya merasa sangat baik. Soal hal lainnya, saya yakin semuanya akan terselesaikan. Itu bukan hal penting saat ini."
“Saya merasa nyaman di sini, merasakan respek dari banyak orang. Tapi keputusan tidak boleh hanya didasarkan pada emosi. Saya dalam kondisi bugar sekarang, dan saya menyukai Real Madrid. Saya mencintai Real Madrid," imbuh Rudiger.