Harapan Franco Mastantuono untuk mendapatkan tempat utama di Real Madrid mengalami tantangan baru. Performa yang kurang memuaskan saat melawan SL Benfica di Liga Champions 2025/2026 menimbulkan keraguan.
Padahal, gelandang muda Argentina ini sebelumnya hampir mengamankan posisinya sebagai pilihan utama di bawah asuhan Alvaro Arbeloa.
Sempat kesulitan usai pulih dari pubalgia, Mastantuono menunjukkan performa menjanjikan saat melawan AS Monaco dan Villarreal, yang membuatnya kembali dipercaya Arbeloa.
Kepercayaan itu membuahkan tempat sebagai starter melawan Benfica, meskipun Rodrygo telah pulih dan Brahim Diaz kembali dari Piala Afrika.
Namun, laga tersebut menjadi mimpi buruk bagi Mastantuono yang berusia 18 tahun. Penampilannya jauh dari harapan, dan Real Madrid kalah 2-4. Penampilan ini dianggap sebagai salah satu yang terburuk sejak ia bergabung dengan Los Blancos.
Menurut laporan AS, posisi Mastantuono di tim inti kini terancam serius. Meskipun ia mendapatkan tempat itu berkat kemampuannya dan dukungan Arbeloa, persaingan di lini serang semakin ketat.
Rodrygo terus menekan dari bangku cadangan, sementara Brahim Diaz kini siap bersaing setelah kembali sepenuhnya.
Dalam laga melawan Benfica, Mastantuono tidak melepaskan tembakan, gagal menciptakan peluang berbahaya, dan hanya mencatatkan tingkat keberhasilan dribel 20 persen (satu dribel sukses dari lima percobaan). Dari 15 umpan, hanya empat yang mengarah ke sepertiga akhir lapangan.
Penampilan di Lisbon mengingatkan pada performa Mastantuono pada Oktober lalu, sebelum ia cedera pubalgia.
Konsistensi Performa Jadi Sorotan
Meskipun menunjukkan kualitas dan keberanian yang membuatnya disebut sebagai salah satu wonderkid paling menjanjikan, Mastantuono masih kesulitan menjaga konsistensi performa.
Untuk tetap berada dalam rencana utama Arbeloa, Mastantuono harus segera bangkit dan membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya layak dipertahankan, terutama di tengah persaingan ketat dengan pemain yang lebih mapan di skuad Los Blancos.