Persib Bandung kini menghadapi tekanan besar di puncak klasemen sementara Super League 2025/2026 setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Arema FC pada pekan ke-29. Hasil yang tercatat hingga Senin, 27 April 2026 ini membuat posisi Maung Bandung terancam oleh para pesaing terdekatnya.
Berdasarkan data yang dilansir dari Bola, Persib Bandung saat ini mengantongi 66 poin dari 29 pertandingan. Jumlah poin tersebut kini disamai oleh Borneo FC yang berada di peringkat kedua, sehingga persaingan memperebutkan gelar juara menjadi semakin sengit dengan sisa lima pertandingan.
Persija Jakarta membayangi di posisi ketiga dengan perolehan 59 poin dan tetap memiliki peluang matematis untuk bersaing di jalur juara. Selisih tujuh poin dari pemuncak klasemen menuntut konsistensi tinggi dari tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut di laga sisa.
Jadwal krusial telah menanti tim asuhan Bojan Hodak dalam waktu dekat. Persib dijadwalkan bertandang melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Kamis, 30 April 2026, sebelum kembali melakoni laga kandang menjamu PSIM Yogyakarta empat hari setelahnya.
Pertandingan yang diprediksi menjadi penentu arah gelar juara akan terjadi pada pekan ke-32. Persib dijadwalkan menghadapi rival abadi mereka, Persija Jakarta, di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 10 Mei 2026 mendatang.
Di sisi lain, Borneo FC berpeluang mengambil alih posisi puncak jika mampu meraih poin maksimal di laga terdekat. Pesut Etam dijadwalkan bersua Persik Kediri pada 29 April 2026 dan menjamu Persita Tangerang pada 5 Mei 2026.
Ujian berat bagi Borneo FC akan datang saat mereka harus bertandang ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Tim asuhan Fabio Lefundes ini dituntut menjaga momentum demi menggeser dominasi Persib Bandung di klasemen.
Sementara itu, Persija Jakarta dinilai memiliki jadwal yang relatif lebih ringan menghadapi tim-tim papan tengah dan bawah. Macan Kemayoran akan melawan Persis Solo dan Persijap Jepara sebelum menghadapi laga hidup mati melawan Persib di Jakarta.
Penentuan juara musim ini akan bergantung pada konsistensi ketiga tim dalam memaksimalkan lima pertandingan terakhir. Setiap poin yang hilang akan sangat berpengaruh terhadap peluang mengangkat trofi di akhir kompetisi Super League 2025/2026.