Tujuh Tim Berjuang Hindari Degradasi Jelang Akhir BRI Super League

Tujuh klub sepak bola Indonesia terancam turun kasta saat BRI Super League 2025/2026 menyisakan lima pertandingan hingga 23 Mei mendatang.

Tujuh klub sepak bola profesional Indonesia kini tengah berjuang keras menghindari zona degradasi saat kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 memasuki pekan ke-30 pada Minggu (26/4/2026). Perebutan poin krusial ini terjadi menjelang penutupan musim yang dijadwalkan berakhir pada 23 Mei mendatang.

Sebagaimana dilansir dari Bola, target minimal 36 poin menjadi ambisi utama tim-tim papan bawah agar tetap bertahan di kasta tertinggi. Patokan tersebut mengacu pada standar keselamatan musim lalu, di mana tim yang gagal menyentuh angka tersebut harus terdepak ke divisi kedua.

Daftar tim yang masih berada dalam posisi rawan mencakup Persik Kediri di urutan ke-12 dengan 33 poin, diikuti oleh Persijap Jepara dan PSM Makassar yang sama-sama mengoleksi 31 poin. Di bawah mereka, Persis Solo mengantongi 27 poin dan Madura United membayangi dengan 26 poin.

Kondisi paling kritis dialami oleh Semen Padang yang baru mengumpulkan 20 poin serta PSBS Biak di dasar klasemen dengan 18 poin. Jika mampu memenangi seluruh lima laga sisa, raihan maksimal Semen Padang hanya 35 poin, sementara PSBS maksimal mencapai 33 poin.

Situasi ini kontras dengan persaingan di puncak klasemen, di mana Persib Bandung dan Borneo FC tengah bersaing ketat meraih gelar juara dengan perolehan 66 poin. Namun, tekanan justru lebih terasa bagi tim seperti Persis dan Madura United yang musim lalu berhasil selamat dengan batas poin tersebut.

Setiap kesalahan kecil dalam lima pertandingan terakhir diprediksi akan mengubah peta klasemen secara drastis bagi tim papan tengah bawah. Penentuan nasib klub yang akan terdegradasi kemungkinan besar baru akan terjawab hingga laga terakhir pada pekan ke-34 nanti.

Recommended