Komite Disiplin dan Etika AFC menjatuhkan hukuman kepada Persib Bandung akibat pelanggaran Kode Disiplin dan Etik AFC dalam laga melawan Ratchaburi FC.
Kejadian bermula saat Persib Bandung mengalahkan klub asal Thailand tersebut dengan skor 1-0 di leg kedua babak 16 besar AFC Champions League (ACL) Two 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Uilliam Barros, striker Persib, mendapatkan kartu merah karena tekel keras terhadap bek Ratchaburi FC, Jonathan Khemdee. Walaupun menang, Persib tetap tersingkir karena kalah agregat 1-3.
AFC menjatuhkan sanksi kepada Uilliam Barros berupa larangan bermain dua kali plus skorsing akumulasi kartu merah sekali di turnamen antarklub Asia, mengacu pada Pasal 47 Kode Disiplin dan Etik AFC. "Terdakwa dikeluarkan oleh wasit karena melakukan pelanggaran keras," tulis AFC.
Selain itu, Barros juga didenda 1.500 dolar AS atau setara Rp25 juta yang harus dibayar maksimal 30 hari sejak putusan diberlakukan.
Selain sanksi untuk pemain, kerusuhan suporter juga menjadi sorotan dalam laga tersebut. Insiden terjadi seusai peluit panjang dibunyikan, ketika Bobotoh merangsek masuk ke lapangan mengejar wasit Majed Al-Shamrani yang berusaha menyelamatkan diri ke ruang ganti. Para pemain Ratchaburi FC juga ikut memasuki tunnel karena situasi yang tidak kondusif.