Kiper utama Persib Bandung, Teja Paku Alam, menyatakan Semen Padang tetap menjadi lawan yang patut diwaspadai, meskipun saat ini tim tersebut berada di zona degradasi. Teja menekankan bahwa kekuatan tim-tim yang berlaga di BRI Super League 2025/2026 cenderung merata, sehingga tidak ada yang bisa dianggap enteng.
Seperti dilansir dari Bola.com, Teja berharap seluruh rekan setimnya di Persib, yang akan diturunkan oleh pelatih Bojan Hodak dalam laga pekan ke-26, pada Minggu (5/4/2026) di Stadion Haji Agus Salim, Padang, agar tetap fokus dan waspada sepanjang pertandingan.
Kewaspadaan ini semakin meningkat mengingat Semen Padang menunjukkan tren kebangkitan sejak dilatih oleh Imran Nahumarury. Teja menilai, inkonsistensi performa yang sebelumnya dialami Semen Padang lebih disebabkan oleh proses adaptasi setelah banyak perubahan di dalam tim.
“Sebenarnya, semua tim sama saja, hampir semua tim di BRI Super League merata. Mungkin mereka hanya butuh adaptasi karena banyak pergantian, itu yang membuat mereka sempat inkonsisten,” ujar Teja sebelum keberangkatan ke Padang.
Pemain Semen Padang FC, Guillermo Fernández, mengungkapkan bahwa pergantian pelatih dari Dejan Antonic ke Imran Nahumarury telah membawa perubahan signifikan dalam gaya bermain tim. Menurut Guillermo, di bawah arahan Imran, timnya kini lebih menerapkan permainan vertikal dan agresif dalam serangan.
“Minggu ini kami belajar ide baru. Sekarang kami lebih vertikal dan lebih agresif dalam serangan,” kata Guillermo, seperti dikutip dari Tribunnews Padang. Ia juga menyebut komunikasi antara pemain dan pelatih berjalan sangat baik, mempercepat proses adaptasi terhadap taktik baru.
Pelatih kepala Semen Padang, Imran Nahumarury, juga harus melakukan rotasi pemain jelang laga krusial menghadapi Persib. Beberapa pilar utama seperti Alhassan Wakaso, Jaime Giraldo, Samuel Christianson Simanjuntak, dan Armando Oropa absen karena cedera atau masalah kebugaran.
Meski demikian, Imran tetap optimistis terhadap kedalaman skuadnya. “Kita masih punya sekitar 20 pemain yang siap. Saya percaya mereka bisa menggantikan yang tidak tampil,” ujarnya. Ia menegaskan, sepak bola adalah kerja sama tim dan tidak bergantung pada satu atau dua pemain saja.
Fokus pada Tiga Poin dan Catatan Clean Sheet
Terkait sulitnya bermain di kandang Semen Padang, Teja memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Baginya, fokus utama Persib adalah meraih tiga poin penuh. “Kalau bisa dapat clean sheet lagi, tentu Alhamdulillah, itu bonus buat saya. Tapi, yang terpenting kami bisa menjaga peringkat dan tetap berada di posisi pertama,” tegas Teja.
Dengan kompetisi yang menyisakan sembilan pertandingan, Teja menekankan pentingnya fokus dari satu laga ke laga berikutnya. “Kami jalani satu per satu dulu. Sekarang fokus melawan Semen Padang, setelah itu baru melihat ke depan,” tambah kiper bernomor punggung 14 tersebut.
Teja juga mensyukuri catatan clean sheet yang cukup banyak musim ini. Pencapaian tersebut, menurutnya, adalah hasil kerja keras seluruh tim dan komunikasi yang baik di lapangan. “Alhamdulillah, itu semua karena kekompakan tim di setiap pertandingan. Komunikasi kami juga berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak ada perubahan signifikan di lini belakang Persib musim ini, kecuali peningkatan komunikasi antarpemain yang membuat mereka semakin solid dan saling memahami. “Musim ini kami lebih banyak berkomunikasi di lapangan. Sebenarnya tidak jauh berbeda, tapi sekarang komunikasinya lebih baik,” ungkap kiper kelahiran 14 September, 31 tahun silam, tersebut.
Persib memiliki modal bagus untuk menghadapi Semen Padang, mengingat pada pertemuan sebelumnya di putaran pertama, mereka berhasil meraih kemenangan 2-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 9 Agustus 2025.