Persija Jakarta Hadapi PSIM Yogyakarta di Bali Akibat Kendala Izin

Laga Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 resmi dipindah ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, menyusul masalah perizinan keamanan.

Persija Jakarta dijadwalkan menantang PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Rabu (22/4/2026). Pertandingan ini terpaksa dipindahkan dari lokasi awal di Stadion Sultan Agung, Bantul, lantaran tidak adanya izin keamanan dari pihak kepolisian.

Perubahan mendadak lokasi pertandingan ini dikonfirmasi oleh pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, saat sesi konferensi pers menjelang laga pada Selasa (21/4/2026). Dilansir dari Bola, tim Macan Kemayoran saat ini menduduki posisi ketiga klasemen sementara dengan perolehan 58 poin setelah kemenangan 1-0 atas PSBS Biak minggu lalu.

Mauricio Souza mengakui bahwa persiapan timnya tergolong singkat karena adanya perjalanan tambahan menuju Bali. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa skuad asuhannya tetap dalam motivasi tinggi untuk mengamankan poin penuh demi mempertahankan posisi di papan atas klasemen.

"Persiapan sedikit lebih singkat, namun kami sudah memiliki persiapan yang cukup lama untuk laga ini karena jeda dari pertandingan sebelumnya di Bali," kata Mauricio Souza, Pelatih Persija Jakarta. Ia menambahkan bahwa tim telah memaksimalkan waktu yang tersedia meskipun sempat tidak menduga harus berpindah venue ke Bali.

Evaluasi permainan juga menjadi fokus utama setelah kemenangan tipis melawan PSBS Biak. Souza menyoroti kurangnya kreativitas pemainnya di sepertiga akhir lapangan, di mana banyak peluang dan umpan silang ke kotak penalti lawan yang gagal dikonversi menjadi gol tambahan.

Terkait kekuatan lawan, tim pelatih Persija memilih untuk mewaspadai kolektivitas permainan PSIM Yogyakarta daripada terpaku pada satu pemain individu saja. Souza berpendapat bahwa kekuatan sebuah tim ditentukan oleh kerja sama antar pemain yang solid selama 90 menit pertandingan.

Penyerang Persija, Eksel Runtukahu, menyatakan kesiapan seluruh pemain untuk berjuang keras di lapangan. Meskipun tidak bermain di Yogyakarta, para pemain memiliki tekad bulat untuk membawa pulang kemenangan dan tiga poin saat kembali ke Jakarta nanti.

Recommended