Persik Kediri menderita kekalahan dari Borneo FC dalam laga lanjutan pekan ke-30 kompetisi kasta tertinggi Indonesia pada Kamis (30/4/2026). Tim tuan rumah gagal meraih poin penuh di kandang sendiri meski tampil agresif dan mengendalikan tempo permainan sepanjang pertandingan berlangsung.
Data statistik yang dilansir dari Bola menunjukkan skuad Macan Putih mendominasi penguasaan bola hingga 60 persen. Persik tercatat melepaskan 21 tembakan ke arah gawang, berbanding terbalik dengan Borneo FC yang hanya melakukan 11 kali percobaan serangan.
Agresivitas Persik juga terlihat dari catatan 60 sentuhan di dalam kotak penalti lawan, sementara tim tamu hanya mencatatkan 20 sentuhan. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda utama karena Borneo FC mampu mengonversi satu peluang menjadi gol penentu kemenangan.
"Kami jelas lebih baik. Namun dalam sepak bola Anda perlu mencetak gol, dan kami tidak mampu melakukannya, dan itulah yang membuat perbedaan," kata Marcos Reina, Pelatih Persik Kediri. Reina mengaku bangga dengan performa tangguh anak asuhnya meski kecewa terhadap hasil akhir.
Selain masalah efisiensi serangan, kubu Persik juga menyoroti kinerja wasit Yudai Yamamoto dalam pertandingan tersebut. Pelatih asal Spanyol tersebut menyatakan kekecewaannya atas keputusan wasit yang tidak memberikan penalti saat terjadi dugaan pelanggaran handsball oleh pemain Borneo FC.
Reina menegaskan bahwa insiden serupa juga pernah dialami timnya saat berhadapan dengan PSM Makassar pada laga sebelumnya. Ia mengaku mulai jenuh membahas persoalan kepemimpinan wasit yang dinilai merugikan timnya secara berulang di kompetisi musim ini.
Kekalahan di kandang ini membuat Persik Kediri kehilangan poin krusial untuk memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen sementara. Skuad asuhan Marcos Reina dijadwalkan segera melakukan evaluasi menjelang pertandingan berikutnya guna menjaga asa persaingan di Liga Super Indonesia.