Persipura Jayapura Jamu Adhyaksa FC di Playoff Promosi Liga Indonesia

Persipura Jayapura akan menghadapi Adhyaksa FC dalam laga playoff promosi menuju kasta tertinggi pada Jumat, 8 Mei 2026 di Stadion Papua Bangkit.

Persipura Jayapura dijadwalkan menjamu Adhyaksa FC dalam pertandingan babak playoff promosi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada Jumat (8/5/2026) sore WIT. Laga krusial ini akan diselenggarakan di Stadion Papua Bangkit, Jayapura, guna memperebutkan satu tiket tersisa menuju kasta utama musim depan.

Tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut berada pada posisi kedua klasemen grup di kasta kedua, di bawah Garudayaksa FC dan PSS Sleman yang sudah lebih dulu memastikan promosi langsung. Dilansir dari Bola, skuad asuhan Rahmad Darmawan ini menargetkan kemenangan untuk kembali ke habitat asli mereka setelah terdegradasi pada musim 2021/2022.

Perjalanan Persipura musim ini sempat diwarnai performa yang tidak stabil pada awal kompetisi. Jeam Kelly Sroyer dan rekan-rekannya baru mampu mengamankan posisi tiga besar setelah melewati pekan ke-10, setelah sebelumnya sempat tertahan di papan tengah klasemen.

Kebangkitan tim mulai terlihat setelah manajemen mengambil langkah tegas dengan mengganti pelatih kepala pada pekan kelima. Ricardo Salampessy dilepas dari jabatannya dan digantikan oleh pelatih berpengalaman, Rahmad Darmawan, yang memiliki sejarah sukses bersama klub asal Papua tersebut.

"[Rahmad Darmawan] bertekad mendapatkan hasil manis lain bersama tim kebanggaan masyarakat Papua," tulis laporan Bola mengenai ambisi pelatih asal Lampung tersebut untuk mengembalikan martabat klub ke level tertinggi.

Kekuatan Persipura saat ini merupakan kombinasi antara pemain muda berbakat dan barisan legenda senior. Nama-nama seperti Ramai Rumakiek dan Reno Salampessy kini menjadi tumpuan di lapangan, berdampingan dengan para pemain veteran yang masih aktif bermain.

Sederet pemain senior yang masih memperkuat Mutiara Hitam antara lain Tinus Pae yang kini berusia 42 tahun, Boaz Solossa (40), Ian Kabes (39), Ruben Sanadi (39), dan Yohanes Pahabol (34). Kehadiran para pemain gaek ini dinilai krusial dalam memberikan kepemimpinan dan inspirasi bagi skuad muda dalam menghadapi laga penentu.

Recommended