Persis Solo Diminta Pertahankan Disiplin Taktik

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menekankan pentingnya menjaga disiplin taktik pemain setelah kemenangan atas Bali United.

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengharapkan para pemainnya untuk terus mempertahankan kedisiplinan dalam menjalankan taktik. Hal ini menjadi perhatian setelah kemenangan atas Bali United di pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026.

Seslija menyoroti performa tim yang cenderung menurun di babak kedua. Menurutnya, Laskar Sambernyawa kerap tampil baik di babak pertama, namun kemudian kehilangan intensitas.

Milomir Seslija mengungkapkan bahwa para pemain terkadang kurang disiplin dalam mengikuti taktik yang diberikan. Ia mencontohkan, saat melawan Bali United, tim mampu mencetak dua gol melalui Dejan Tumbas (32’) dan Bruno Gomes (41’) karena intensitas permainan yang baik di babak pertama.

"Para pemain terkadang masih tidak mengikuti taktik yang saya berikan. Kami terlalu banyak menarik garis pertahanan ke belakang. Padahal, itu adalah momen saat kami seharusnya masuk ke depan," ujar Milomir Seslija, Rabu (18/3/2026).

Penurunan intensitas di babak kedua menjadi masalah yang membuat Persis Solo rentan dikejar lawan, meskipun sudah unggul. Pengalaman serupa pernah dirasakan saat menghadapi PSBS Biak pada pekan ke-22, di mana mereka kecolongan gol setelah unggul di babak pertama.

"Namun, setelah itu, pada babak kedua, kami malah turun ke belakang dan justru bertahan. Padahal, kami sering gagal mempertahankan kemenangan karena hal-hal seperti ini. Saat menghadapi PSBS Biak dan sudah unggul satu gol, kami justru kecolongan dan skornya jadi 1-1," kata Milo.

Pembenahan yang Harus Dilakukan

Milomir Seslija telah menekankan kepada pemainnya untuk terus mengejar gol meski sudah unggul. Ia juga mengingatkan agar tidak memberikan ruang gerak yang terlalu longgar kepada lawan.

"Saya sudah bilang kepada pemain, setelah mencetak gol pertama dan kedua, saya ingin mereka bisa mencetak gol ketiga melawan Bali United. Itu jadi poin utama yang saya bicarakan ketika berada di ruang ganti," katanya.

Pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu juga menambahkan, "Kami harus mulai menata permainan dan bermain lebih baik. Di saat yang bersamaan, kami tidak bisa memberi ruang yang longgar bagi lawan sehingga ini membuat tim lawan leluasa untuk mengembangkan permainan."

Recommended