Menjelang pertandingan melawan Persik Kediri, pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menekankan bahwa mentalitas pemain akan menjadi kunci utama untuk meraih kemenangan. Pertandingan pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 ini akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu (1/3/2026) pukul 20.30 WIB.
Milomir Seslija menyatakan bahwa timnya siap tempur untuk mengamankan tiga poin di kandang. Menurutnya, kepercayaan diri dan kesadaran akan kualitas yang dimiliki akan membantu memutus tren negatif yang sedang dialami Persis Solo.
"Pada laga terakhir, sudah ada tanda-tanda kami bisa memiliki karakter untuk bangkit. Secara mental, kami hanya harus memahami bahwa sebetulnya kami punya kualitas," kata Milomir Seslija dalam konferensi pers, Sabtu (28/2/2026) malam.
Selama sepekan terakhir, tim telah berupaya membangun kepercayaan diri dan kebersamaan. Selain itu, mereka juga mencoba menunjukkan karakter yang diperlukan untuk menghadapi Persik.
Menurut pelatih asal Bosnia-Herzegovina ini, Laskar Sambernyawa sebenarnya hanya memerlukan satu kemenangan untuk mencatatkan hasil positif di kompetisi tertinggi. Tambahan tiga poin juga akan sangat membantu dalam mengejar ketertinggalan poin dari para pesaing di klasemen.
Milo menegaskan bahwa Persis Solo akan menurunkan susunan pemain terbaiknya untuk menghadapi Persik. Dia tidak akan melakukan eksperimen dan hanya akan memainkan pemain yang benar-benar siap bertanding.
Sementara itu, gelandang asing Persis, Andrei Alba, menyatakan bahwa timnya telah menjalani persiapan maksimal. Dia berharap tim memiliki motivasi dan mentalitas yang lebih kuat.
"Pekan ini sangat berat karena kami bekerja sangat keras. Kami fokus untuk menghadapi laga ini agar bisa mendapatkan tiga poin. Kami juga akan berusaha mengubah mentalitas dan memiliki motivasi yang lebih besar," kata Andrei Alba.
Pertandingan ini akan menjadi penentu bagi Milomir Seslija, mengingat manajemen telah menargetkan enam poin dari dua laga terdekat. Kegagalan meraih kemenangan akan membuat posisinya tidak aman. Kemenangan juga menjadi harga mati bagi Laskar Sambernyawa untuk bersaing di zona bawah klasemen dan mengakhiri tren negatif di putaran kedua.