Persis Solo masih terbenam di dasar klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 hingga pekan ke-22. Laskar Sambernyawa kesulitan keluar dari zona degradasi.
Dengan baru mengumpulkan 13 poin dari 22 pertandingan, Persis Solo terpaut lima poin dari PSBS Biak, tim yang berada di posisi aman dari ancaman degradasi.
Manajemen Persis Solo sebenarnya telah berupaya mengatasi situasi sulit ini dengan melakukan perubahan signifikan, terutama pada posisi pelatih kepala dan komposisi pemain.
Milomir Seslija didatangkan untuk menyelamatkan Persis Solo. Selain itu, Persis Solo melepas seluruh pemain asing mereka dan merekrut 10 pemain asing baru pada bursa transfer Januari 2026. Sayangnya, perubahan ini belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Persis Solo terakhir kali meraih kemenangan pada Januari lalu, saat mereka mengalahkan Semen Padang 3-2. Lebih ironis lagi, Persis belum pernah menang di kandang sendiri musim ini.
Peningkatan Drastis Persijap Jepara
Di antara tim-tim yang berjuang keluar dari zona degradasi, Persijap Jepara menunjukkan peningkatan performa yang paling signifikan.
Persijap Jepara berhasil mengalahkan Persebaya Surabaya 3-1 pada pekan ke-2 BRI Super League 2025/2026. Kemenangan ini meningkatkan kepercayaan diri tim. Pemain asing baru, seperti Iker Guarrotxena, juga memberikan kontribusi positif.
Iker Guarrotxena telah mencetak tiga gol dari lima pertandingan bersama Persijap Jepara.
Determinasi Semen Padang
Semen Padang juga menunjukkan keinginan untuk keluar dari zona degradasi. Manajemen tim melakukan perubahan, termasuk mengganti pelatih dan mendatangkan pemain baru.
Meski belum sepenuhnya memuaskan, penampilan Semen Padang menunjukkan peningkatan. Mereka mampu menahan imbang Malut United 2-2 setelah tertinggal 0-2.