Persita Tangerang menelan kekalahan telak 0-3 saat menjamu Persijap Jepara dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Indonesia di Banten International Stadium (BIS), Serang, pada Minggu (10/5/2026). Hasil negatif ini memperpanjang rekor buruk lini serang tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut yang baru mencetak satu gol dari tujuh pertandingan terakhir.
Kekalahan di kandang sendiri ini membuat posisi Persita Tangerang melorot ke peringkat kesembilan klasemen sementara dengan raihan 44 poin. Sebagaimana dilansir dari Bola, skuad asuhan Carlos Pena ini perlahan menjauh dari persaingan posisi empat besar yang sempat mereka tempati pada awal musim.
Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa barisan depan yang dinilai tampil di bawah standar. Ia menyebut beberapa pemain kunci tidak mampu memberikan kontribusi maksimal dalam upaya membobol gawang lawan pada beberapa laga terakhir.
"Kami kekurangan, kami kekurangan gol. Beberapa pemain kunci yang seharusnya membantu tim tidak tampil seperti yang seharusnya," ujar Carlos Pena, Pelatih Persita Tangerang.
Situasi sulit ini diakui Pena menimbulkan tekanan batin bagi tim maupun para pendukung. Mantan pelatih Persija Jakarta tersebut menyatakan rasa frustrasinya melihat kebuntuan yang dialami Aleksa Andrejic dan rekan-rekan setimnya di lapangan hijau.
Pena menilai bahwa timnya seolah kehilangan bentuk permainan yang solid setelah sempat tampil impresif pada putaran pertama kompetisi. Penurunan performa secara drastis terjadi dalam kurun waktu dua bulan terakhir yang mengakibatkan rentetan hasil minor bagi tim asal Tangerang tersebut.
Meskipun sedang dalam tren menurun, sejumlah pemain tetap menyatakan komitmennya untuk bangkit, termasuk penjaga gawang Igor Rodrigues yang memilih bertahan meski sempat mendapat tawaran dari klub lain. Persita kini fokus melakukan evaluasi total guna memperbaiki efektivitas serangan pada sisa pertandingan musim 2025/2026.