PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memperkuat pengawasan distribusi energi nasional dengan memanfaatkan teknologi digital melalui sistem pemantauan armada kapal yang terintegrasi pada Rabu (15/4/2026). Pengelolaan sistem tersebut dipusatkan di Command Centre Kantor Pusat Pertamina.
Sistem monitoring ini memberikan visibilitas penuh terhadap pergerakan kapal milik maupun charter secara harian untuk menjaga kualitas penyaluran energi. Penggunaan teknologi digital ini bertujuan merespons dinamika operasional dengan lebih cepat di berbagai wilayah Indonesia.
Dilansir dari Detik Finance, operasional armada dipantau secara menyeluruh mencakup posisi koordinat, kecepatan, hingga progres pelayaran di setiap rute. Data yang masuk secara real-time memungkinkan tim operasional mengantisipasi keterlambatan dan melakukan penyesuaian secara presisi.
Selain data navigasi, sistem ini juga terintegrasi dengan kamera CCTV yang terpasang di atas kapal. Cuplikan gambar dari CCTV tersebut dikirim secara berkala ke pusat kendali dan ditampilkan pada dashboard operasional untuk memantau aktivitas kru secara berkelanjutan.
Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menjelaskan bahwa sistem ini dilengkapi fitur peringatan dini dan pelaporan berbasis data. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pengambilan keputusan strategis dalam manajemen distribusi.
"Dengan sistem monitoring yang terintegrasi, kami memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap pergerakan armada. Hal ini memungkinkan kami merespons dinamika operasional dengan lebih cepat," kata Arif Yunianto, Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga.
Penguatan infrastruktur digital ini didukung oleh implementasi Enhanced Daily Tanker Position (EDTP) 3.0 yang meningkatkan stabilitas sistem. Teknologi tersebut juga mencakup fitur deteksi kecurangan (fraud detection) untuk mengidentifikasi potensi penyimpangan operasional di lapangan.
Pusat kendali ini juga terkoneksi dengan Pertamina Integrated Digital Command Center (PIDCC) atau Pertamina Hub. Integrasi lintas platform ini menggabungkan data geografis, kondisi cuaca, dan alur pelayaran untuk mendukung akurasi keputusan operasional.
Melalui transparansi data, mitra kapal charter juga dapat mengakses sistem monitoring tersebut. Fokus utama dari digitalisasi ini adalah memastikan penyaluran energi tetap berkelanjutan dan dapat diandalkan oleh masyarakat di seluruh pelosok negeri.