Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pengalokasian anggaran perlindungan sosial sebesar Rp500 triliun untuk masyarakat berpenghasilan rendah dalam peringatan Hari Buruh di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Langkah tersebut diambil guna memperkuat jaring pengaman sosial nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat di tengah tantangan ekonomi global. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, nilai anggaran fantastis tersebut difokuskan bagi penduduk kelas ekonomi bawah.
"Tahun ini kita beri perlindungan untuk rakyat yang berpenghasilan rendah sebesar Rp 500 triliun," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan di hadapan massa buruh yang memadati area pusat ibu kota.
Selain mengenai dana perlindungan sosial, Presiden juga menyoroti implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dirasakan manfaatnya secara luas. Program ini ditargetkan untuk memperbaiki kualitas hidup anak-anak Indonesia yang mengalami masalah kekurangan gizi.
Intervensi gizi melalui MBG diharapkan mampu mencegah pertumbuhan fisik yang tidak maksimal serta mendukung perkembangan sel tubuh anak secara optimal. Presiden menekankan bahwa kesehatan generasi mendatang menjadi fondasi kekuatan negara di masa depan.
Dampak ekonomi dari program MBG juga mulai terlihat pada sektor agraria karena tingginya penyerapan hasil produksi pangan lokal. Petani kini mendapatkan kepastian pasar untuk komoditas seperti telur, daging, sayuran, susu, hingga ikan guna memenuhi kebutuhan program tersebut.
Perputaran uang di tingkat akar rumput diyakini semakin masif seiring dengan meningkatnya penghasilan para petani di berbagai daerah. Mekanisme ini diharapkan dapat menghidupkan ekosistem ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan dan membuat Indonesia semakin kuat.