Pasar modal Indonesia menunjukkan taji yang cukup signifikan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Mengawali perdagangan Selasa (24/2/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal melanjutkan tren penguatan setelah pada penutupan kemarin berhasil parkir di level 8.396 dengan kenaikan tajam 1,5%. Sebagaimana dikutip dari investor.id 24/2/2026, optimisme ini muncul meski bursa global sedang mengalami volatilitas akibat isu geopolitik dan kebijakan ekonomi AS.
Kondisi pasar saat ini terbilang unik karena bursa Asia-Pasifik justru cenderung bergerak melawan arah (divergen) dari Wall Street. Para investor di dalam negeri tampaknya lebih fokus pada fundamental emiten dan aliran dana asing yang masih masuk ke sektor-sektor strategis. Meskipun ada kekhawatiran mengenai kebijakan tarif perdagangan Donald Trump yang kembali memanas, daya tahan ekonomi domestik menjadi bantalan kuat bagi pergerakan indeks hari ini.
Bagi para trader dan investor, momentum penguatan ini menjadi jendela peluang untuk mencermati beberapa saham pilihan yang secara teknikal menunjukkan sinyal beli. Sektor konsumsi, telekomunikasi, hingga komoditas mineral diprediksi akan menjadi motor penggerak perdagangan. Untuk memandu strategi Anda, berikut adalah rangkuman analisis dan target harga dari berbagai sekuritas terkemuka untuk perdagangan hari ini.
Analisis Sentimen Pasar Global dan Regional
Kekhawatiran terhadap disrupsi sektor perangkat lunak akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI) memang sempat menekan bursa Amerika Serikat. Namun, di kawasan regional, optimisme justru tumbuh karena antisipasi terhadap kebijakan stimulus di beberapa negara Asia. Analis melihat bahwa investor mulai melakukan rotasi portofolio ke pasar negara berkembang yang memiliki valuasi lebih menarik.
Dampak Kebijakan Eksternal terhadap IHSG
Ancaman kenaikan tarif dari Amerika Serikat menjadi variabel yang terus dipantau oleh pelaku pasar. Namun, untuk pasar Indonesia, dampak tersebut seringkali terkompensasi oleh penguatan harga komoditas atau stabilitas nilai tukar Rupiah. Sektor teknologi dan infrastruktur digital tetap menarik perhatian seiring dengan adopsi AI yang masif, meski ada risiko volatilitas jangka pendek.
Rekomendasi Saham Pilihan Mandiri Sekuritas
Mandiri Sekuritas menyoroti beberapa saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang memiliki pola grafik cenderung stabil untuk melakukan aksi beli (Buy).
1. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Sektor consumer goods mulai kembali dilirik sebagai aset defensif yang menjanjikan.
-
Rekomendasi: Buy
-
Target Harga: 2.420
-
Support/Stop Loss: 2.340
2. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
-
Rekomendasi: Buy
-
Target Harga: 940
-
Support/Stop Loss: 905
3. PT Indosat Tbk (ISAT)
Ekspansi jaringan dan integrasi layanan digital membuat ISAT tetap kokoh di zona hijau.
-
Rekomendasi: Buy
-
Target Harga: 2.380
-
Support/Stop Loss: 2.300
Strategi Speculative Buy dari BNI Sekuritas
Bagi trader yang menyukai volatilitas dan pergerakan cepat, BNI Sekuritas menyodorkan deretan saham di sektor tambang mineral dan infrastruktur.
-
BRMS (Bumi Resources Minerals): Area beli di 1.040-1.060 dengan target terdekat di 1.130. Batasi risiko (cutloss) jika menyentuh di bawah 1.020.
-
ANTM (Aneka Tambang): Area beli 4.350-4.390, target harga potensial mencapai 4.500.
-
MBMA (Merdeka Battery Materials): Fokus pada area beli 860-875 dengan target ambisius di level 950.
-
VKTR (Vektor Ekosistem): Area beli 1.025-1.045, target kenaikan di 1.135.
Insight Teknikal MNC Sekuritas: Wave Analysis
MNC Sekuritas memberikan pandangan berdasarkan pergerakan gelombang (wave) untuk melihat arah tren jangka menengah.
ADRO dan ASII dalam Sorotan
Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) terpantau masih didominasi volume pembelian yang kuat. Analis memperkirakan ADRO berada di bagian dari wave (iii), yang biasanya merupakan fase penguatan paling agresif. Target harga dipasang pada level 2.440 hingga 2.540.
Sementara itu, untuk PT Astra International Tbk (ASII), disarankan strategi Buy on Weakness di area 6.375-6.525. Meski ada tekanan jual tipis, posisi ASII masih bertahan di atas garis MA20, memberikan indikasi bahwa tren kenaikan jangka panjang masih terjaga dengan target harga di 7.150.
Potensi Rebound EXCL dan GOTO
-
EXCL (XL Axiata): Terjadi kenaikan volume pembelian signifikan. Strategi Buy on Weakness di 3.090-3.230 dengan target harga 3.670.
-
GOTO (GoTo Gojek Tokopedia): Meski tertahan MA60, GOTO mulai menunjukkan awal dari wave (iii). Area beli di 60-62 dengan target harga mencapai 71.
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko tinggi. Keputusan beli atau jual sepenuhnya berada di tangan investor. Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan perintah mutlak untuk bertransaksi.