Pengadilan di Kenya menjatuhkan hukuman penjara 12 bulan dan denda 1 juta shilling kepada seorang pria asal China, Zhang Kequn, setelah terbukti mencoba menyelundupkan sekitar 2.200 ekor semut hidup di Bandara Nairobi pada April 2026. Putusan ini ditetapkan hakim guna memberikan efek jera terhadap meningkatnya kasus perdagangan spesies eksotis untuk pasar internasional.
Dilansir dari Detik iNET, Zhang awalnya mengaku tidak bersalah atas dakwaan perdagangan spesies satwa liar, namun kemudian mengubah pengakuannya. Selain hukuman penjara, denda senilai USD 7.746 atau sekitar Rp 124 juta tersebut harus dibayarkan sebagai konsekuensi atas upaya pengiriman ribuan semut pemanen Afrika tersebut.
"Mengingat meningkatnya kasus perdagangan semut taman dalam jumlah besar dan dampak ekologis negatif, diperlukan efek jera yang kuat," kata hakim Irene Gichobi. Otoritas keamanan Kenya juga mendakwa seorang warga lokal, Charles Mwangi, yang diduga bertindak sebagai pemasok semut kepada Zhang dalam transaksi ilegal tersebut.
Spesies yang diselundupkan merupakan semut pemanen Afrika raksasa atau Messor cephalotes yang populer di kalangan kolektor formikarium di China. Spesies ini sangat diminati karena struktur sosialnya yang kompleks dan kemampuannya bertahan hidup dalam koloni besar di wadah transparan.
Pakar satwa liar mengungkapkan bahwa satu ekor ratu semut merah besar ini dapat terjual hingga USD 220 di pasar gelap. Ratu semut yang telah dibuahi menjadi target utama karena mampu membangun koloni baru secara mandiri dan memiliki masa hidup hingga puluhan tahun di penangkaran.
Kasus ini mencerminkan pergeseran tren pembajakan hayati di Afrika Timur, dari komoditas besar seperti gading gajah menuju spesies serangga yang kurang dikenal namun bernilai tinggi. Tahun lalu, empat orang lainnya juga dijatuhi denda serupa karena mencoba membawa ribuan semut keluar dari wilayah Kenya.
Ahli biologi Dino Martins menyatakan keterkejutannya atas luasnya jaringan perdagangan ini meskipun semut tersebut tidak bersifat agresif. Penyelundup sering memanfaatkan musim hujan saat ratu semut meninggalkan sarang untuk memudahkan penangkapan, kemudian mengemasnya dalam tabung suntik kecil agar tidak terdeteksi pemindai bandara.