Manajemen PSBS Biak kini dapat bernapas lega setelah kendala tiket pesawat menuju markas Borneo FC berhasil teratasi. Permasalahan transportasi yang sempat menghambat keberangkatan tim ke Samarinda akhirnya menemui titik terang, memastikan pertandingan tetap digelar sesuai jadwal.
Sebelumnya, klub berjuluk Badai Pasifik ini menghadapi kesulitan serius untuk mendapatkan tiket penerbangan, yang memaksa mereka mengajukan permohonan penundaan laga kepada operator kompetisi, I.League, seperti dilansir dari Bola.
Alex Yarangga, Manajer PSBS Biak, menegaskan bahwa timnya tetap siap bertanding. Namun, hambatan utama muncul dari faktor teknis transportasi. "Kami tim PSBS tetap siap untuk melaksanakan pertandingan di Kalimantan. Hanya kendala kami ialah penerbangan atau maskapai yang kami gunakan untuk terbang ke Borneo, tiketnya semua full," jelas Alex kepada Bola.com pada Jumat, 10 April 2026.
Alex menambahkan bahwa permasalahan tiket ini kemungkinan besar disebabkan oleh dampak arus mudik Lebaran yang masih terasa. "Masalah tiket kali ini terkendala dari faktor mungkin pengaruh situasi atau mudik Lebaran kemarin. Masih berdampak sampai sekarang, jadi ini yang tidak diantisipasi dari kami untuk lebih cepat memesan tiket sebelum pertandingan," ujarnya.
PSBS Biak sempat mengajukan surat resmi kepada operator liga untuk meminta penjadwalan ulang pertandingan. Namun, permohonan tersebut tidak dapat dikabulkan oleh I.League.
Meskipun demikian, pihak I.League memberikan dukungan dengan membantu mencarikan alternatif transportasi, sehingga pertandingan antara Borneo FC dan PSBS tetap bisa dilangsungkan sesuai jadwal.
Laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 ini dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu, 11 April 2026, pukul 15.30 WIB.
Dalam upaya menemukan solusi, PSBS mengambil keputusan yang tidak biasa. Setelah melakoni laga tandang kontra Bali United pada Senin, 7 April 2026, mereka memilih kembali ke Yogyakarta pada Kamis, 9 April 2026.
"Kenapa alasan kami kembali ke Jogja karena lebih banyak alternatif penerbangan ke Kalimantan," papar Alex Yarangga mengenai strategi timnya.
Kondisi Fisik Pemain Terkuras Akibat Jadwal Padat
Keputusan untuk kembali ke Yogyakarta berdampak signifikan pada kondisi fisik para pemain. Waktu pemulihan menjadi sangat singkat karena jadwal perjalanan yang berlapis.
Apalagi, skuad PSBS kembali harus terbang menuju Kalimantan pada Jumat, 10 April 2026. "Yang jelas, secara recovery waktu istirahat pemain memang cukup terkuras karena kami harus kembali lagi dari Bali ke Jogja dan akan mempersiapkan tim untuk ke Kalimantan," kata manajer berusia 39 tahun itu, dikutip dari BolaSport.com.
Situasi ini jelas bukan kondisi yang ideal bagi PSBS, mengingat mereka juga tengah berjuang di dasar klasemen. Tim berjuluk Badai Pasifik ini akan menghadapi tantangan berat melawan Borneo FC, salah satu tim papan atas liga.
Saat ini, PSBS Biak berada di posisi ke-18 klasemen sementara dengan perolehan 18 poin. Sementara itu, Borneo FC menempati peringkat kedua dengan mengoleksi 57 angka, menunjukkan dominasi mereka di kompetisi.