PSIM Yogyakarta Edukasi Mahasiswa UGM Soal Industri Sepak Bola

PSIM Yogyakarta menggelar program edukasi PSIM Goes to Campus di UGM, membahas prospek karier di industri sepak bola profesional.

PSIM Yogyakarta mengadakan program edukatif perdana bertajuk PSIM Goes to Campus di Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa. Acara ini bertujuan untuk membuka wawasan generasi muda mengenai peluang karier di industri sepak bola profesional.

Selasa, 24 Februari 2026, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM menjadi lokasi diskusi mengenai prospek karier di balik layar industri sepak bola profesional, khususnya dalam manajemen klub.

Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, hadir sebagai pembicara. Program ini merupakan langkah konkret klub berjuluk Laskar Mataram dalam membuka wawasan mengenai luasnya peluang di industri olahraga yang terus berkembang.

Kolaborasi PSIM dengan mitra internasional seperti National Football League (NFL), U.S. Department of State Bureau of Educational and Cultural Affairs, Sport and Peace, serta Program Global Sports Mentoring Program memungkinkan agenda ini terealisasi.

Dukungan dari berbagai sponsor seperti Lapakgaming, Adem Sari, Plossa, Soffell, Rexona, Taro, Le Minerale, dan Hokben juga turut menyukseskan acara ini. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan keseriusan PSIM dalam membangun ekosistem edukasi olahraga yang berkelanjutan dan berstandar global.

Liana Tasno, pemimpin perempuan pertama di PSIM, berbagi pengalaman memimpin operasional klub. Ia mengisahkan perjuangannya menembus industri olahraga yang didominasi laki-laki. Liana telah menjadi bagian dari PSIM sejak 2019.

"Dulu saya sering menghadapi diskriminasi gender saat tumbuh sebagai pencinta olahraga di negeri ini. Kini misi utama saya adalah membangun jembatan emas agar bangsa kita bisa mencapai potensi maksimalnya di dunia olahraga," ujar Liana.

Menurut Liana, kemajuan klub dan sepak bola Indonesia butuh dukungan seluruh pihak. Penyelarasan proses struktural hingga regulasi penting untuk menciptakan iklim industri yang sehat. Ia juga menyoroti minimnya praktisi teredukasi di sektor manajemen olahraga.

"Ekosistem olahraga kita masih terus berjuang untuk bisa memberikan fasilitas yang layak dan merata. Hal ini tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh pihak," kata Liana.

"Masa depan olahraga nasional baru akan bersinar saat ada orang yang berani menunjukkan dan membuka jalan. Saya sangat ingin mengubah kondisi tersebut melalui beragam langkah edukasi berkelanjutan," tekadnya.

Selain Liana Tasno, perwakilan manajemen klub seperti General Manager Steven PSIM, Sunny, dan Commercial Manager PSIM, Halifa Difa turut hadir.

Liana menutup acara dengan pesan kepada mahasiswa agar menyadari potensi besar industri olahraga sejak kuliah.

"Mahasiswa harus mulai sadar dan bisa melihat bagaimana setiap bidang bisa memberikan peluang karier yang menjanjikan di masa depan, termasuk olahraga," ucapnya.

"Negeri ini membutuhkan lebih banyak tenaga profesional berbekal pendidikan dan keterampilan yang mumpuni. Kalian harus memiliki pola pikir kepemimpinan dengan menjunjung tinggi nilai integritas di atas segalanya," tutup Liana.

Recommended