PSIM Yogyakarta Hadapi PSM Makassar, Pelatih Jean-Paul van Gastel Akui Tim Belum Aman Degradasi

PSIM Yogyakarta akan menjamu PSM Makassar pada 10 April 2026. Pelatih Jean-Paul van Gastel mengungkapkan timnya masih belum aman dari degradasi di BRI Super League…

PSIM Yogyakarta akan menjamu PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pada Jumat, 10 April 2026, di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul. Pertandingan ini menjadi krusial bagi Laskar Mataram untuk kembali ke jalur kemenangan. Saat ini, PSIM menduduki peringkat kedelapan klasemen sementara dengan 38 poin, sementara PSM masih berada di papan bawah, tepatnya posisi ke-13 dengan 25 angka.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan timnya tidak akan tampil dengan kekuatan penuh. "Saat ini Anton Fase masih belum berlatih. Kita akan kehilangan Fahreza Sudin karena suspensi dan Rakhmatsho sudah kembali. Kami akan kehilangan Anton dan Fahreza," ujarnya dalam sesi konferensi pers, Kamis (9/4/2026), dilansir dari Bola.

Dikutip dari Radar Jogja, Van Gastel menegaskan bahwa proses perkembangan tim menjadi fokus utamanya. Meskipun timnya berada di peringkat kedelapan, situasi mereka belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi. "Yang banyak orang lihat adalah hasilnya, entah itu bagus atau tidak. Tapi proses perkembangannya tidak selalu terlihat," kata Van Gastel.

Pelatih asal Belanda ini mengakui bahwa sejak awal kedatangannya, ia memiliki dua misi utama: menyelamatkan tim dari degradasi dan meningkatkan standar di dalam organisasi. Namun, Van Gastel menilai proses tersebut berjalan lebih lambat dari harapannya. Ia merasa tim sempat kehilangan momentum karena kurangnya konsistensi.

PSM Makassar sendiri datang tanpa kehadiran pelatih kepala, Tomas Trucha. Skuad Juku Eja sementara waktu dipimpin oleh asisten pelatih, Ahmad Amiruddin. "Saya tahu pelatih Makassar tidak ada di sini, jadi asistennya yang memegang tim. Namun, dia sudah memimpin selama dua pertandingan terakhir, jadi ini bukan kejutan lagi bagi kami," kata Van Gastel.

Terkait harapan suporter agar PSIM meraih kemenangan, Van Gastel menegaskan bahwa timnya selalu menargetkan tiga poin di setiap pertandingan. "Jika Anda seorang profesional seperti saya, bagi saya sangat jelas bahwa kita mencoba memenangkan setiap pertandingan," tegasnya.

Van Gastel juga menekankan bahwa tidak ada perbedaan dalam menghadapi tim manapun. "Tidak masalah apakah kami menghadapi Persija, Bandung, Persita, atau Semen Padang, bagi saya tidak ada bedanya sama sekali. Kami berada di jalur yang benar karena kami tetap bertujuan untuk tidak terdegradasi, itu yang terpenting bagi saya," tambahnya.

Salah satu area yang menjadi sorotan pelatih asal Belanda ini adalah lini depan. Van Gastel menilai PSIM masih kurang efektif dalam memanfaatkan peluang yang tercipta. "Kami menghabiskan banyak energi untuk menciptakan peluang dan butuh banyak peluang untuk bisa mencetak satu gol. Jadi saya rasa kami kurang dalam kemampuan mencetak gol," ungkapnya.

Sementara itu, gelandang PSIM, Savio Sheva, memastikan seluruh pemain siap tempur demi mengamankan kemenangan. "Tentu persiapannya semua pemain sudah siap untuk menghadapi pertandingan besok. Karena kita tahu pertandingan terakhir kemarin kami kehilangan poin, jadi bagaimanapun besok tiga poin harga mati buat kita," tutur Sheva.

Di sisi lain, dikutip dari Bola, performa Yusaku Yamadera sebagai bek kiri mendapat penilaian positif dari Van Gastel. Pemain Jepang ini, yang posisi naturalnya adalah bek tengah, berhasil beradaptasi dengan baik. "Saya rasa Yusaku bermain bagus. Dia berkontribusi dalam cara main yang kami inginkan di posisi tersebut," puji Van Gastel.

Yusaku menunjukkan konsistensi di lini belakang PSIM, bahkan setelah kedatangan bek tengah asal Belanda, Jop van der Avert, yang membuat komposisi pertahanan tim menyesuaikan. Sepanjang musim ini, dari 26 pertandingan yang dilakoni PSIM, Yusaku telah tampil dalam 21 laga dengan total 1.805 menit bermain dan menyumbang satu assist.

Berdasarkan data I.League, Yusaku Yamadera mencatatkan 969 umpan sukses dari 1.097 percobaan. Dalam aspek bertahan, ia membukukan 16 tekel, 91 intersep, dan 53 sapuan, menunjukkan kontribusi solid di lini pertahanan Laskar Mataram.

Recommended