PSIS Semarang segera mengintensifkan persiapan mereka dengan merancang strategi berbeda menjelang pertandingan kontra Barito Putera. Laga ini merupakan bagian dari pekan ke-23 Pegadaian Championship 2025/2026.
Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Minggu (5-4-2026), pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini diprediksi menjadi tantangan besar bagi PSIS.
Barito Putera memiliki ambisi kuat untuk mendapatkan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Motivasi ini menjadi perhatian serius bagi skuad Mahesa Jenar.
Tim berjuluk Laskar Antasari tersebut tidak ingin kehilangan poin lagi. Sebelumnya, mereka terpaksa harus puas dengan hasil imbang saat melawan Persiku Kudus.
Akibat hasil tersebut, Barito Putera kini menempati peringkat ketiga di Grup Timur, mengumpulkan 42 poin. Posisi mereka digeser oleh Persipura Jayapura yang menempati peringkat kedua dengan 43 poin, seperti dilansir dari Bola.
Sementara itu, PSS Sleman masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 46 poin dari total 22 pertandingan yang telah dijalani.
Pelatih PSIS, Andri Ramawi Putra, menekankan pentingnya menyiapkan strategi berbeda untuk menghadapi Barito Putera. Ia menyatakan bahwa Mahesa Jenar tidak dapat mengaplikasikan pendekatan taktik yang sama seperti saat melibas Persipal Palu FC dengan skor telak 6-1.
“Kami bersama staf pelatih sudah menganalisis kelebihan dan kekurangan Barito Putera. Itu menjadi perhatian kami. Kami juga akan menyiapkan gameplan yang berbeda,” ujar Andri Ramawi Putra.
Andri menambahkan, Laskar Antasari memiliki karakter permainan yang berbeda dari lawan sebelumnya. Barito Putera juga punya ambisi besar untuk bersaing di papan atas klasemen, sebuah fakta yang harus dicatat.
“Mungkin kami tidak akan bermain sama seperti menghadapi lawan sebelumnya dikarenakan lawan yang kami hadapi ini punya ambisi berbeda di papan klasemen, jadi kami juga harus mewaspadai itu,” jelas Andri.
Modal Positif Mahesa Jenar dan Inkonsistensi Barito
Menjelang pertandingan ini, PSIS memiliki modal positif berupa catatan empat laga tak terkalahkan. Perkembangan impresif ini menunjukkan peningkatan performa Mahesa Jenar.
Di sisi lain, Barito Putera belakangan menunjukkan inkonsistensi. Setelah sempat mendominasi puncak klasemen Grup Timur, Laskar Antasari hanya mampu meraih satu kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir.
Performa ini menyebabkan tim asuhan Stefano Cugurra harus tergeser ke peringkat ketiga. Barito Putera dituntut untuk kembali ke jalur kemenangan demi menjaga peluang promosi ke kasta tertinggi.
Selain itu, PSIS juga perlu mewaspadai rekor pertemuan sebelumnya. Pada musim 2025/2026, Mahesa Jenar selalu takluk di hadapan Barito Putera dalam dua pertemuan, keduanya berakhir dengan skor identik 0-1.