PSM Makassar Takluk dari Bali United Usai Kartu Merah Yuran Fernandes

PSM Makassar kalah 0-2 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Senin (27/4/2026) setelah kapten Yuran Fernandes mendapat kartu merah dini.

PSM Makassar menelan kekalahan 0-2 saat bertandang ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta dalam lanjutan pekan ke-30 BRI Super League pada Senin (27/4/2026). Hasil negatif ini memperpanjang tren buruk Juku Eja setelah kehilangan sang kapten akibat kartu merah di awal laga.

Pertandingan baru berjalan empat menit ketika wasit mengusir bek sekaligus kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes. Dilansir dari Bola, situasi ini memaksa tim tamu mengubah total strategi permainan mereka sejak menit awal babak pertama.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Bali United yang langsung mendominasi penguasaan bola. Diego Campos memecah kebuntuan pada menit ke-17, disusul oleh gol Irfan Jaya pada menit ke-79 yang memastikan kemenangan tim tuan rumah.

"Terlalu cepat kami mendapatkan kartu merah. Setelah kartu merah, akhirnya mengubah rencana kami," kata Ahmad Amiruddin, Caretaker Pelatih PSM Makassar.

Kekalahan ini membuat posisi PSM Makassar belum aman dari ancaman zona degradasi karena hanya selisih lima poin dari Madura United di peringkat ke-16 klasemen sementara. Ahmad Amiruddin mengaku pusing menghadapi sisa musim dengan skuat yang pincang.

Kondisi tim semakin sulit karena selain absennya Yuran pada laga berikutnya, tiga pemain pilar yakni Daffa Salman, Sheriddin Boboev, dan Gledson Paixao masih dalam proses pemulihan cedera. PSM dijadwalkan menghadapi Bhayangkara FC pada pekan depan.

Jadwal empat pertandingan tersisa PSM Makassar tergolong berat karena harus bertemu Arema FC dan kandidat juara Persib Bandung. Pertandingan terakhir musim ini akan menjadi laga krusial melawan Madura United yang juga berjuang di zona bawah.

"Saya mencoba realistis saja karena sampai saat ini ada tiga pemain yang mengalami cedera. Gledson, Sheriddin, dan Salman. Ditambah dengan kartu merah Yuran," pungkas Ahmad Amiruddin.

Recommended