Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Bahlil Jadi Ketua Harian Periode 2026–2030

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Ketua Harian dan anggota dewan energi nasional (DEN) untuk masa jabatan 2026–2030. Pelantikan ini menandai dimulainya fase baru kebijakan energi nasional yang menempatkan swasembada energi sebagai salah satu agenda utama pemerintahan.

Dalam struktur terbaru, Prabowo tetap menjabat sebagai Ketua DEN, sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dipercaya sebagai Ketua Harian. Penetapan ini mempertegas peran strategis DEN sebagai lembaga perumus arah kebijakan energi jangka panjang Indonesia.

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Rabu (28/1/2026), dan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Prosesi dilakukan secara resmi dengan pengambilan sumpah jabatan sesuai agama masing-masing anggota, menegaskan legitimasi dan tanggung jawab konstitusional DEN periode baru.

Pelantikan Dewan Energi Nasional di Istana Negara

Prosesi pelantikan dimulai ketika Presiden Prabowo memasuki ruang tengah Istana Negara pada pukul 15.01 WIB. Para menteri dan anggota DEN yang akan dilantik telah berbaris rapi di hadapan Presiden. Dalam susunan tersebut, Bahlil Lahadalia terlihat berada di posisi tengah sebagai Ketua Harian DEN.

Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo. Setiap anggota mengucapkan sumpah sesuai keyakinan masing-masing dengan didampingi rohaniawan. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur resmi pelantikan pejabat negara dan menjadi penegasan tanggung jawab moral serta hukum para anggota DEN.

Pelantikan ini tidak sekadar seremoni. Ia menjadi simbol dimulainya kerja kolektif lintas kementerian dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan energi nasional lima tahun ke depan.

Susunan Anggota Dewan Energi Nasional dari Unsur Pemerintah

DEN periode 2026–2030 diisi sejumlah menteri strategis yang mewakili lintas sektor. Dari unsur pemerintah, anggota DEN yang dilantik antara lain:

  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

  • Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy

  • Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto

  • Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

  • Menteri Lingkungan Hidup Hanuf Faisol

Keterlibatan para menteri ini menunjukkan bahwa kebijakan energi tidak berdiri sendiri. Energi berkaitan erat dengan pangan, industri, transportasi, lingkungan, hingga perencanaan pembangunan nasional.

Dengan komposisi tersebut, DEN diharapkan mampu menyusun kebijakan yang sinkron antar-sektor, menghindari tumpang tindih, dan memastikan kebijakan energi selaras dengan arah pembangunan nasional.

Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan

Selain unsur pemerintah, Presiden juga melantik delapan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan. Mereka berasal dari latar belakang profesional dan pengalaman berbeda di sektor energi dan kebijakan publik, yaitu:

  • Johni Jonatan Numberi

  • Mohamad Fadhil Hasan

  • Satya Widya Yudha

  • Sripeni Inten Cahyani

  • Unggul Priyanto

  • Saleh Abdurrahman

  • Muhammad Kholid Syeirazi

  • Surono

Kehadiran unsur pemangku kepentingan ini penting untuk menjaga keseimbangan perspektif. DEN tidak hanya berbicara dari sudut pandang pemerintah, tetapi juga mempertimbangkan dinamika industri, akademisi, dan masyarakat luas.

Dasar Hukum Pengangkatan Anggota DEN

Pelantikan Ketua Harian dan anggota dewan energi nasional periode 2026–2030 dilakukan berdasarkan dua keputusan presiden. Pertama, Keputusan Presiden Nomor 134 P Tahun 2025 tentang pengangkatan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan. Kedua, Keputusan Presiden Nomor 6 P Tahun 2026 tentang pengangkatan keanggotaan DEN dari unsur pemerintah.

Dasar hukum ini menegaskan bahwa komposisi DEN telah melalui proses formal sesuai peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, seluruh keputusan dan rekomendasi DEN memiliki legitimasi kuat sebagai rujukan kebijakan energi nasional.

Alasan Presiden Langsung Melantik Dewan Energi Nasional

Istana sebelumnya menjelaskan mengapa pelantikan Ketua Harian dan anggota DEN dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa sektor energi menjadi prioritas utama pemerintah dalam waktu dekat.

Menurut Prasetyo, pemerintah ingin mengulang keberhasilan swasembada pangan yang dicapai dalam waktu relatif singkat, khususnya di sektor beras. Setelah itu, fokus berikutnya adalah mengejar target swasembada energi.

Ia menyampaikan bahwa keterlibatan langsung Presiden dalam pelantikan DEN menunjukkan keseriusan pemerintah. Energi dipandang sebagai fondasi penting bagi kemandirian ekonomi, stabilitas nasional, dan daya saing Indonesia di tingkat global.

Peran Strategis Dewan Energi Nasional

Sebagai lembaga yang bertugas merumuskan dan menetapkan kebijakan energi nasional, dewan energi nasional memiliki peran strategis. DEN bertanggung jawab menyusun Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan memberikan rekomendasi kepada Presiden terkait pengelolaan energi jangka panjang.

Dalam konteks 2026–2030, tantangan energi tidak hanya soal ketersediaan. Isu transisi energi, ketahanan pasokan, harga energi, serta keseimbangan antara eksploitasi dan pelestarian lingkungan menjadi perhatian utama.

Dengan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian, DEN diharapkan lebih responsif terhadap dinamika sektor energi dan kebutuhan industri, tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan.

Arah Kebijakan Energi ke Depan

Pelantikan DEN periode baru ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mempercepat agenda swasembada energi. Upaya tersebut mencakup penguatan energi fosil domestik, pengembangan energi terbarukan, serta efisiensi dan diversifikasi sumber energi.

Keterlibatan lintas kementerian dan pemangku kepentingan membuka peluang lahirnya kebijakan yang lebih terintegrasi. Dengan koordinasi yang kuat, pemerintah berharap kebijakan energi tidak hanya bersifat reaktif, tetapi mampu menjawab kebutuhan jangka panjang.

Ke depan, publik akan menunggu langkah konkret DEN dalam menerjemahkan visi swasembada energi ke dalam kebijakan dan program nyata yang berdampak langsung bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-8329547/prabowo-lantik-dewan-energi-nasional-bahlil-jadi-ketua-harian

Recommended