Pemain AC Milan dan Timnas Portugal, Rafael Leao, mengenang mendiang Diogo Jota, yang meninggal dunia akibat kecelakaan mobil pada musim panas 2025. Kepergian Jota menjadi motivasi tambahan bagi Portugal di Piala Dunia 2026.
Leao mengaku sangat terpukul atas kehilangan tersebut. Dalam wawancaranya, ia mengingat momen terakhir bersama Jota dua minggu sebelum tragedi itu terjadi.
“Dua minggu sebelumnya, dia bersama tim nasional, kami merayakan bersama,” kata Leao.
Menurut Leao, Jota adalah rekan setim yang peduli dan selalu ingin membantu. Jota bahkan sempat meminta tiket kepada Leao agar keluarganya dapat menyaksikan pertandingan Milan di San Siro.
“Dia ingin membawa keluarganya menonton pertandingan Milan. Itu sangat menyakitkan,” ujar Leao.
Leao menambahkan bahwa setiap pertandingan Portugal terasa berbeda tanpa kehadiran Jota. "Di setiap laga kami memikirkannya. Bagaimana jika dia ada di sana? Bagaimana dia akan merayakan gol? Kami memikirkannya di setiap pertandingan," lanjut Leao.
Portugal memiliki misi emosional di balik partisipasi mereka di Piala Dunia 2026. "Di Piala Dunia nanti, kami akan mencoba memberikan yang terbaik untuknya dan membuatnya bangga,” tutup Leao.
Timnas Portugal datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar di bawah asuhan Roberto Martinez. "Saya pikir semua pemain mencintainya. Dia membawa Portugal ke posisi yang bagus di ranking," kata Leao tentang pelatihnya.
Leao juga berharap dapat meyakinkan Martinez untuk menjadi starter di turnamen tersebut. Hingga saat ini, pemain berusia 26 tahun itu telah mencetak lima gol dari 43 penampilan bersama Portugal. Musim ini, Leao telah mencetak sembilan gol dan dua assist dalam 20 penampilannya di semua kompetisi bersama Milan.
Leao juga berbagi cerita tentang pertemuan pertamanya dengan Cristiano Ronaldo. “Saya masih di Timnas Portugal U-21 saat itu. Cristiano berjalan lewat, dan semua orang langsung diam. Auranya luar biasa,” kenang Leao.
Ketika Leao dipromosikan ke tim senior, Ronaldo memberikan ucapan selamat dan dukungan. “Dia selalu ingin jadi nomor satu, bahkan di usia 41 tahun. Itu menginspirasi pemain muda,” lanjutnya.