Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, membeberkan berbagai perubahan serta pendekatan yang telah diterapkan oleh John Herdman. Sejak mengambil alih kursi kepelatihan Timnas Indonesia pada Januari 2025, Herdman dinilai telah menunjukkan kinerja sesuai harapan federasi, sebagaimana dilansir dari Bola.
Pemilihan John Herdman sebagai pengganti Patrick Kluivert didasarkan pada rekam jejaknya yang menjanjikan. Sumardji mengungkapkan bahwa PSSI, di bawah kepemimpinan Erick Thohir, sangat berharap agar semua program berjalan sesuai rencana awal penunjukan Herdman.
Sumardji sering berinteraksi dan berdiskusi dengan John Herdman. Ia dan jajaran PSSI merasa bahwa pelatih asal Inggris itu adalah sosok yang tepat untuk memimpin Timnas Indonesia.
Menurut Sumardji, salah satu kekuatan John Herdman adalah kemampuannya membangun kedekatan dengan para pemain Timnas Indonesia. Aspek ini sebelumnya menjadi tantangan pada era kepelatihan terdahulu.
“Satu, dia bisa mengambil hati para pemain. Itu nomor satu, dan itu dia buktikan. Di tim pun dia selalu mengedepankan supaya para pemain itu chemistry. Itu chemistry antara dia, para asisten, dan juga para pemain itu betul-betul terjalin dengan baik,” ujar Sumardji.
Interaksi menyeluruh Herdman dengan skuad Timnas Indonesia baru terjadi saat FIFA Series. Sebelumnya, Herdman memang telah menjalin komunikasi dengan beberapa pemain kunci dan inti.
Membangun Chemistry Tim
Debut John Herdman bersama Timnas Indonesia menunjukkan hasil yang fantastis. Beckham Putra dan rekan-rekannya berhasil mengalahkan Timnas Saint Kitts dan Nevis dengan skor telak 4-0. Laga tersebut berlangsung dalam ajang FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Jumat (27/3/2026).
Sumardji menjelaskan bahwa momentum FIFA Series ini dimanfaatkan Herdman secara optimal untuk membangun chemistry tim secara keseluruhan. PSSI sejak awal telah menyampaikan kepada Herdman mengenai pentingnya kemampuan mendekati pemain, baik diaspora maupun lokal. Hal ini telah sukses diimplementasikan.
“Maka saya minta kepada seluruhnya melalui teman-teman media, berikan dukungan sepenuhnya kepada John ya, sekali lagi berikan dukungan sepenuhnya kepada John. Kalau berbicara chemistry tentu ini proses ya, tentu ini proses karena boleh dikatakan baru seminggu kumpul. Nah proses inilah yang betul-betul kita harapkan ke depan Timnas Indonesia ini makin performanya naik, makin bagus,” terang Sumardji.
Program Jangka Panjang Timnas
Selain pendekatan terhadap pemain, Sumardji juga mengulas program jangka panjang John Herdman bersama Timnas Indonesia. Salah satu target ambisius adalah perjuangan untuk lolos ke ajang Piala Dunia empat tahun mendatang.
“Memang ini proyek jangka panjang. Jadi untuk jangka panjangnya adalah 2030, sehingga sama-sama ayo kita dukung, kita berikan support semangat yang lebih kepada John,” kata Sumardji.
Sumardji berharap Herdman dapat membawa Timnas Indonesia mencapai tahapan yang telah ditetapkan, yaitu pada tahun 2026, 2027, 2028, dan seterusnya sesuai target yang diberikan kepadanya.