Real Madrid berada dalam tekanan serius menjelang pertandingan tandang La Liga melawan Celta Vigo. Tim berjuluk Los Blancos ini wajib meraih kemenangan demi menjaga persaingan gelar dengan Barcelona, di tengah situasi skuad yang tidak ideal.
Kondisi tim asuhan Alvaro Arbeloa kurang meyakinkan setelah menelan dua kekalahan beruntun di liga, masing-masing dari Osasuna dan Getafe. Hasil negatif ini membuat jarak poin dengan Barcelona di puncak klasemen melebar menjadi empat angka, seperti dilansir dari Bola.
Meski menghadapi tekanan besar, ada sedikit kabar baik dari lini pertahanan. Bek muda Raul Asencio dilaporkan semakin dekat untuk kembali memperkuat tim setelah pulih dari cedera leher yang serius. Asencio, pemain berusia 22 tahun, diharapkan menjadi solusi di tengah badai absensi pemain.
Cedera serius tersebut dialami Asencio saat Real Madrid menghadapi Benfica. Insiden itu terjadi setelah ia mengalami benturan keras dengan rekan setimnya, Eduardo Camavinga, dalam sebuah duel udara. Benturan tersebut membuatnya sempat kehilangan orientasi di lapangan.
Asencio menjelaskan momen cedera yang dialaminya, "Saya ingat sebuah situasi yang terjadi sangat cepat. Bola berada di udara dan saya mencoba memenangkan duel… setelah itu yang saya ingat berikutnya adalah saya sudah berada di lapangan bersama para dokter setelah benturan dengan Edu.”
Ia melanjutkan, "Saya kehilangan orientasi waktu, tidak tahu di mana saya berada dan apa yang sedang terjadi. Penglihatan saya tidak sepenuhnya jelas, saya tidak bisa bergerak sama sekali, saya kehilangan tenaga."
Bek muda itu juga menceritakan pengalamannya saat sadar di rumah sakit. "Ketika di rumah sakit saya sudah mengambil ponsel saya. Saya blank. Saya bahkan tidak tahu waktu saat itu atau bagaimana pertandingan berakhir, tetapi saya sudah mendapat pesan dari semua rekan setim saya.”
Krisis Lini Belakang Real Madrid
Kembalinya Asencio sangat krusial bagi Real Madrid yang sedang menghadapi krisis bek tengah. Tiga pemain, yakni Dean Huijsen, Alvaro Carreras, dan Franco Mastantuono, harus absen karena skorsing. Selain itu, beberapa pemain lain juga masih berkutat dengan masalah kebugaran, termasuk David Alaba yang belum sepenuhnya fit.
Situasi ini sangat membatasi opsi Arbeloa di jantung pertahanan Los Blancos. Real Madrid membutuhkan tambahan tenaga di lini belakang demi mengamankan poin dalam perburuan gelar La Liga musim ini.
Dalam beberapa hari terakhir, Asencio sudah kembali berlatih bersama tim utama. Hal ini membuka peluang besar baginya untuk masuk dalam skuad yang akan dibawa ke Balaidos. Jika dinyatakan benar-benar siap, Arbeloa mungkin akan langsung menurunkannya sebagai starter.
Ketegangan Antara Asencio dan Arbeloa
Selain masalah cedera, sempat terungkap adanya perselisihan antara Raul Asencio dan pelatih Alvaro Arbeloa. Menurut laporan MARCA, ketegangan ini menyebabkan Asencio sempat absen dari beberapa pertandingan. Perselisihan bermula ketika Arbeloa mencoret Asencio dari skuad inti untuk laga Liga Champions melawan Manchester City dan menggantinya dengan Dean Huijsen.
Asencio merasa tidak terima dengan keputusan tersebut karena ia telah memaksakan diri bermain melawan Celta Vigo tiga hari sebelumnya, meskipun sedang mengalami cedera leher serius. Ia merasa layak mendapat tempat di tim inti bersama Antonio Rudiger.
Ketegangan semakin memuncak ketika Asencio melaporkan ketidaknyamanan otot ringan sebelum pertandingan melawan Elche, sesaat sebelum sesi aktivasi pagi. Situasi ini membuat Arbeloa kecewa, dan ia harus meminta Rudiger, yang seharusnya diistirahatkan, untuk bermain.
Namun, bintang binaan akademi itu akhirnya meminta maaf kepada manajer dan seluruh pemain di ruang ganti. Permasalahan tersebut dikabarkan telah diselesaikan, membuka jalan bagi Asencio untuk kembali memperkuat tim di masa-masa sulit ini.