Manajemen Real Madrid dilaporkan mulai mempertimbangkan kembalinya Jose Mourinho sebagai pelatih kepala pada akhir musim 2025/2026 setelah posisi Alvaro Arbeloa di kursi kepelatihan Santiago Bernabeu semakin tidak menentu pada Senin (20/4/2026).
Langkah ini diambil menyusul kekecewaan pihak klub atas performa tim yang gagal meraih trofi Liga Champions dan Copa del Rey musim ini. Posisi Madrid di klasemen La Liga juga dinilai sudah jauh dari target awal musim.
Dilansir dari Bola, Presiden Real Madrid Florentino Perez kini semakin terbuka terhadap ide pemulangan pelatih asal Portugal tersebut. Mourinho dipandang sebagai sosok yang mampu membangkitkan kembali semangat juang di ruang ganti Los Blancos yang sempat meredup.
Mourinho sendiri saat ini masih menangani Benfica, namun laporan Marca menyebutkan bahwa ia bisa meninggalkan klub Portugal tersebut tanpa biaya pemutusan kontrak pada akhir musim. Hingga saat ini, Mourinho belum memberikan komitmen jangka panjang kepada Benfica.
Meski nama-nama seperti Jurgen Klopp, Mauricio Pochettino, dan Didier Deschamps sempat muncul dalam radar pencarian, ketiganya diprediksi sulit untuk menerima pinangan Madrid. Hal ini semakin memperkuat peluang reuni antara Mourinho dengan klub yang pernah ia latih pada periode 2010-2013 tersebut.
Kendati demikian, sejauh ini belum ada kontak resmi yang terjalin antara manajemen Real Madrid dengan agen pelatih berusia 63 tahun tersebut. Keputusan akhir mengenai masa depan kursi kepelatihan Madrid masih menunggu pengumuman resmi terkait status Alvaro Arbeloa.
Situasi ini diperkirakan akan berkembang seiring mendekatnya bursa transfer musim panas 2026. Madrid memerlukan kepastian nakhoda baru guna mempersiapkan skuad untuk kompetisi musim depan setelah dua tahun tanpa prestasi yang memuaskan.