Keputusan pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, untuk menurunkan susunan pemain yang bersifat eksperimental memicu kekecewaan. Hal ini terjadi setelah timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Uruguay dalam pertandingan uji coba yang berlangsung di Stadion Wembley pada Sabtu, 28 Maret 2026 dini hari WIB.
Awalnya, Inggris unggul lebih dulu melalui gol Ben White di menit ke-81. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna setelah Federico Valverde sukses menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti di masa tambahan waktu, seperti dilansir dari Bola.
Fokus utama kritik tertuju pada pilihan Tuchel yang tidak memainkan sejumlah pilar utama seperti Harry Kane, Declan Rice, dan Bukayo Saka sejak awal. Pemain-pemain kunci tersebut kabarnya dipersiapkan untuk pertandingan selanjutnya melawan Jepang.
Kembalinya Ben White ke skuad timnas juga menjadi perbincangan. Bek Arsenal itu melakoni pertandingan internasional pertamanya setelah absen dari tim di tengah gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat masuk sebagai pemain pengganti, ia sempat mendapat cemoohan dari sebagian suporter di Wembley.
Ironisnya, White sempat menjadi pencetak gol yang membawa Inggris unggul, namun kemudian melakukan pelanggaran di kotak penalti terhadap Federico Vinas. Pelanggaran ini berbuah hadiah penalti bagi Uruguay yang berhasil dikonversi menjadi gol penyama kedudukan.
Kekecewaan terhadap Keputusan Tuchel
Kekecewaan suporter tidak hanya dialamatkan kepada White, tetapi juga kepada Tuchel dan seluruh tim. Mereka dinilai gagal memanfaatkan kesempatan untuk membuktikan kualitas jelang Piala Dunia 2026.
Komentar pedas juga datang dari jurnalis talkSPORT, Adrian Durham. Ia menilai bahwa keputusan Tuchel adalah sebuah kekeliruan, bahkan menyebutnya sebagai bentuk arogansi. Durham menyoroti mahalnya tiket yang dibayar suporter untuk menonton tim dengan banyak pemain yang mungkin tidak akan masuk skuad Piala Dunia.
Durham menambahkan, "Bagi saya ini puncak arogansi dari Inggris. Hanya karena ini laga uji coba beberapa bulan sebelum Piala Dunia, lalu pelatih bisa berkata kepada pemain utama, 'Anda tidak perlu bermain, kami akan baik-baik saja tanpa latihan bersama.' Apakah benar begitu? Saya rasa tidak."
Kritik Penanganan Kasus White
Adrian Durham juga melontarkan kritik terhadap cara Tuchel menangani situasi Ben White. Ia berpendapat bahwa Tuchel tidak memahami sentimen suporter Inggris terhadap White. Durham mempertanyakan ekspektasi Tuchel saat memainkan White, mengingat sang pemain pernah meninggalkan tim di Piala Dunia tanpa penjelasan.
Menurut Durham, "Dia pernah meninggalkan rekan setimnya di Piala Dunia dan sampai sekarang kita tidak tahu alasannya. Lalu tiba-tiba kembali begitu saja. Apa yang Tuchel harapkan? Tentu saja dia akan dicemooh."
Pembelaan dari Thomas Tuchel dan Jordan Henderson
Menanggapi cemoohan yang diterima White, Tuchel sempat menyatakan bahwa White akan berdiskusi dengan pemain senior untuk menyelesaikan masalah di masa lalu. Ia juga membela pemainnya dari kritik suporter.
“Saya mendengar dia dicemooh, tapi tidak di lapangan karena saya fokus pada instruksi. Jadi, saya rasa itu bukan mayoritas," ujar Tuchel. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap reaksi sebagian suporter, menegaskan bahwa tim akan selalu melindungi pemain.
Tuchel menambahkan, "Kami melindungi pemain kami, dia tampil sangat baik di pemusatan latihan dan layak bermain. Dia bahkan hampir memberi kami kemenangan. Tapi, ini juga pernah terjadi pada pemain lain sebelumnya. Dia harus menerimanya, dan kami akan selalu mendukungnya. Kami berharap semua bisa melupakan ini dan melangkah maju."
Dukungan juga datang dari Jordan Henderson, yang pernah mengalami situasi serupa. Henderson menganggap cemoohan adalah bagian dari menjadi pemain timnas Inggris. "Beberapa suporter mungkin bahkan tidak tahu kenapa mereka mencemooh, mereka hanya mengikuti apa yang diberitakan media, yang tidak selalu benar," kata mantan kapten Liverpool itu.