Penyerang tim nasional Indonesia, Ronaldo Kwateh, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan besar kedua orang tuanya dalam meniti karier sebagai pesepak bola profesional pada wawancara yang dirilis melalui kanal YouTube Sport77 baru-baru ini di tahun 2026.
Karier pemain berusia 21 tahun ini tidak lepas dari bimbingan sang ayah, Roberto Kwateh, mantan pemain asing asal Liberia yang pernah memperkuat berbagai klub di Indonesia. Ronaldo mengaku sudah akrab dengan atmosfer stadion sejak balita karena sering mengikuti ayahnya bertanding.
Dilansir dari Bola, bakat sepak bola Ronaldo mulai ditempa saat ia bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) di Yogyakarta pada usia empat tahun. Meski awalnya belum memenuhi syarat usia, sang ibu tetap mendorongnya bergabung agar energi besarnya tersalurkan secara positif.
"Saya masuk SSB itu umur 4 tahun. Karena dulu, padahal enggak boleh. Cuma kata mama, 'Sudah, biarin aja, biar main di situ'. Karena kalau di rumah merusak semua barang-barang. Saya tendangin semua," kata Ronaldo Kwateh, penyerang Timnas Indonesia.
Selama masa kecilnya, Ronaldo kerap berpindah kota mengikuti perjalanan karier ayahnya, mulai dari Sidoarjo hingga ke Wamena di Papua. Ia mulai memahami profesi ayahnya secara mendalam saat Roberto Kwateh membantu Deltras Sidoarjo meraih posisi runner-up di kasta kedua liga Indonesia.
Ketika sang ayah harus bertanding di luar kota, peran pendampingan diambil alih sepenuhnya oleh sang ibu. Ibunya secara rutin mengantar dan menanti Ronaldo di pinggir lapangan selama sesi latihan berlangsung untuk memastikan perkembangannya berjalan maksimal.
Karier internasional Ronaldo sendiri mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang melakoni debut di timnas senior saat menghadapi Timor Leste pada 27 Januari 2022. Saat itu, mantan penggawa Muangthong United ini baru menginjak usia 17 tahun, tiga bulan, dan delapan hari.
Meskipun sempat mengalami kendala cedera ligamen lutut (ACL), Ronaldo tetap menjadi sosok penting di timnas kelompok umur. Nama panggungnya sendiri diambil dari legenda sepak bola Brasil, Ronaldo de Lima, yang merupakan idola sang ayah.