Legenda MotoGP, Valentino Rossi, menyatakan bahwa anak didiknya, Pecco Bagnaia, mulai kehilangan kekuatan utamanya saat mengendarai motor Desmosedici Ducati di ajang MotoGP. Penurunan performa Bagnaia selama musim 2025 memicu kebingungan di kalangan tim Ducati.
Pecco Bagnaia, pembalap peraih dua gelar juara dunia MotoGP, menghadapi musim 2025 dengan berbagai kesulitan signifikan. Performa pembalap asal Italia ini anjlok drastis, menyebabkan banyak pihak di tim Ducati berusaha mencari penyebab masalah tersebut, dilansir dari Bola.
Pada musim 2025, Bagnaia hanya mampu finis di posisi kelima klasemen akhir, dengan selisih lebih dari 250 poin dari juara dunia Marc Marquez, yang juga merupakan rekan setimnya di Ducati. Ia bahkan kalah bersaing dari pembalap lain seperti Alex Marquez, Marco Bezzecchi, dan Pedro Acosta.
Valentino Rossi, sebagai mentor Bagnaia di VR46 Riders Academy, membahas situasi tersebut dalam diskusi bersama legenda MotoGP yang diunggah di kanal YouTube resmi MotoGP. Rossi mengaku telah berusaha memahami akar masalah penurunan performa Bagnaia.
Pria berjuluk The Doctor itu bahkan sempat bertemu dengan kepala kru Bagnaia untuk mendalami penyebab kemerosotan performa muridnya. Menurut Rossi, masalah utama Bagnaia terjadi pada fase pengereman dan saat memasuki tikungan.
Dua aspek ini sebelumnya justru menjadi kekuatan terbesar sang pembalap. "Pecco saat ini sedikit kehilangan arah. Saat pengereman dan masuk tikungan, yang dulu menjadi kekuatannya, sekarang dia mengalami kesulitan,” kata Rossi.
Rossi juga menyoroti masalah penurunan performa ban belakang yang terlalu cepat aus selama balapan. Padahal, Bagnaia sebelumnya dikenal sebagai pembalap yang sangat kuat di lap-lap terakhir karena kemampuannya menjaga kondisi ban lebih baik dari para rival.